Gibran dan Bobby Juara Pilkada Serentak, PDIP: Mata Hati Nurani Rakyat Melihat dengan Jernih

Abdul Rochim, Koran SI · Kamis 10 Desember 2020 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 337 2325080 gibran-dan-bobby-juara-pilkada-serentak-pdip-mata-hati-nurani-rakyat-melihat-dengan-jernih-dIb91rlVnk.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka dan sang menantu, Bobby Nasution berhasil unggul dalam Pilkada Serentak 2020 berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

(Baca juga: PKS Pastikan Belum Ada Komunikasi soal Dukungan "Lingkaran Istana" di Pilkada)

Hasil quick count Charta Politika, menyebut Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa unggul telak atas lawannya, Bagyo Wahyono-FX Supardjo di Pilkada Kota Solo. Gibran-Teguh meraih 87,15% sedangkan Bagyo-Supardjo hanya 12,85%.

Begitu pula sang menantu, Muhammad Bobby Afif Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman unggul di Pilkada Medan.Hasil hitung cepat Charta Politika, Bobby Nasution-Aulia Rachman mendapat 55,29% sementara sang lawan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi memperoleh 44,71%.

(Baca juga: Bareskrim Periksa Saksi Mata Penembakan 6 Laskar FPI)

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kemenangan kader PDIP yang juga putra dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution di Pilkada Serentak 2020 berdasarkan hitung cepat akan menambah daftar kepemimpinan muda yang dihasilkan sistem kaderisasi di partai.

"Sejak awal, adalah komitmen Ibu ketua umum Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memastikan PDI Perjuangan sebagai organisasi yang menghasilkan kepemimpinan muda berkualitas. Yang sudah diwujudkan dengan sosok Bapak Joko Widodo, Ibu Risma, Pak Ganjar Pranowo, Mas Hendrar Prihadi, Mas Hasto Wardoyo, Mas Abdullah Azwar Anas," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Hasto mengatakan, kemenangan ini adalah bukti kedaulatan rakyat dalam melihat sosok calon pemimpin daerah. Keduanya menunjukkan semangat dan komitmen yang serius dan teguh, walau banyak upaya menghambat. Misalnya lewat kampanye negatif terkait politik dinasti.

Menurutnya, strategi yang sangat tak bisa dibanggakan ini berusaha dilakukan agar rakyat tanpa melihat kapasitas serta kapabilitas keduanya sebagai pemimpin muda. Namun, kata Hasto, Gibran dan Bobby tidak menunjukkan sedikitpun lemah semangat atas hal itu. Sebaliknya keduanya justru membuktikan diri sebagai pemimpin yang berani serta mau bertempur membuktikan diri.

"Keduanya terus mendekatkan diri dengan masyarakat, turun ke bawah sebagai kekuatan sebenarnya dari bangsa Indonesia. Hal itu sejalan dengan arahan dari Ibu Megawati Soekarnoputri yang meminta semua kader untuk selalu berada di tengah rakyat," katanya.

Dikatakan Hasto, kemenangan Gibran dan Bobby juga membuktikan bahwa mata hati nurani rakyat bisa melihat dengan jernih. Gibran dan Bobby yang kredibel, sebagai sosok muda yang membawa perubahan ke arah lebih baik, jauh lebih bermakna dibanding kampanye negatif politik dinasti maupun isu lainnya.

PDI Perjuangan mengapresiasi kedewasaan politik masyarakat yang sangat membanggakan, di tengah upaya berbagai kekuatan politik mengarahkan rakyat lewat strategi disrupsi negatif. "Walau demikian, PDI Perjuangan secara jernih ingin juga menyampaikan harapan. Bahwa usai penetapan definitif, nantinya Mas Gibran dan Mas Bobby membuktikan kualitas kepemimpinannya sebagai kepala daerah di Solo dan Medan," katanya.

Khususnya di tengah pandemi covid yang kita hadapi, Mas Gibran dan Mas Bobby diharapkan mampu membawa masyarakat di Solo dan Medan, bergotong royong menyelesaikan isu kesehatan maupun ekonomi. Harapan ini juga sekaligus untuk para kepala daerah dari lainnya dari PDI Perjuangan. Partai sudah memberi bekal terkait tata kelola pemerintahan hingga semangat antikorupsi lewat Sekolah Partai PDI Perjuangan.

"Kami tetap mengingatkan, walau quick count dan real count sementara sudah menunjukkan arah kemenangan, namun masih ada beberapa fase yang harus dilalui sebelum penetapan pemenang dan dilantik. Sehingga momen saat ini penting untuk mengawal proses rekapitulasi suara. Mengawal proses rekap ini juga adalah bentuk apresiasi partai atas rakyat yang sudah berbondong-bondong ke TPS," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini