Data 75 Persen, PKS Klaim Menang di 120 Pilkada 2020

Antara, · Rabu 09 Desember 2020 22:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 337 2324826 data-75-persen-pks-klaim-menang-di-120-pilkada-2020-93mcbSPbp5.jpg Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengklaim menang pada 120 pemilihan kepala daerah (pilkada), dari laporan pantauan langsung hasil Pilkada 2020 di seluruh wilayah di Indonesia yang sementara ini telah masuk 75 persen.

Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPP PKS Laode Muhammad Rahmat Zaadi mengatakan, per 9 Desember 2020, pukul 18.00 WIB sudah sekitar 70-75 persen data yang masuk dari seluruh Indonesia.

"Dari 70-75 persen data yang masuk, Alhamdulillah PKS memenangkan di 120 daerah. Secara progresif terus kita pantau. Mudah-mudahan target yang dicanangkan 60 persen menang di pilkada bisa tercapai," papar Rahmat, Rabu (9/12/2020).

Beberapa pilkada yang diikuti pasangan calon diusung atau diusung PKS yang menunjukkan hasil positif, kata Rahmat, adalah Pilkada Depok dan Pilgub Sumatera Barat.

Sementara wilayah lain yang menjadi barometer nasional, Rahmat menyebut datanya masih terus berjalan.

"Beberapa masih kejar-kejaran dan ini masih 70-75 persen,” ujarnya. 

Kepala Kantor Staf Presiden PKS Pipin Sopian bersyukur bahwa proses pilkada secara umum berjalan lancar meskipun ada catatan beberapa kekurangan.

PKS, kata dia, mengucapkan terima kasih kepada mitra koalisi di berbagai daerah yang sudah berjuang dalam Pilkada 2020.

"Pengamanan suara penting dilakukan semua pihak. Tidak boleh lengah dan tetap fokus bisa memenangkan sampai tahap akhir," papar Pipin, meneruskan pesan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Baca juga: Perolehan 86,45% Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020 Gagal Tumbangkan Rekor Jokowi-Rudy

Pipin juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah penyelenggara pemilu, sebab saat ini adalah tahap krusial mulai dari tingkat KPPS sampai KPUD.

"Penyelenggara bisa transparan, profesional, akuntabel dan memastikan tidak ada kecurangan. Tidak ada hak rakyat dicurangi, suara rakyat tidak didiskon sehingga proses demokrasi berjalan baik," ungkapnya. 

Pipin mengaku mendapatkan laporan dari daerah ada praktik politik uang yang terjadi dan menyayangkan karena jelas merusak demokrasi di Indonesia.

"Kami sayangkan ada politik uang atau penggunaan program pemerintah untuk membantu pasangan calon. Ini jadi perhatian. Siapapun yang melakukan pelanggaran dan money politik bisa diproses secara hukum dengan UU terkait," urainya.

PKS, tegas dia, mengusung konsep menang dengan penuh berkah dan bermartabat.

"PKS menjaga kemenangan ini dengan penuh berkah dan bermartabat. Kami membuat catatan dari laporan adanya politik uang dan kami sayangkan. Kami berharap semua pihak menjaga ini dengan baik," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini