Viral Percakapan Kapolda Metro Tentang Rencana Pembunuhan Habib Rizieq, Polisi: Itu Hoaks!

Helmi Syarif, Koran SI · Rabu 09 Desember 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 337 2324480 viral-percakapan-kapolda-metro-tentang-rencana-pembunuhan-habib-rizieq-polisi-itu-hoaks-iS8h4MgVsV.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Banyak beredar berita hoaks terkait dengan rencana pembunuhan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang menyebar di media social twitter, dan lainnya. Bahkan ada yang mengatasnamakan sebuah media online.

"Beredar di sosmed bahwa ada salah satu media yang menuliskan tentang viral hacker, yang membocorkan percakapan Pak Kapolda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/12/2020)

Baca juga:

Bakal Diperiksa Besok, Habib Rizieq Belum Bisa Dipastikan Datang ke Polda Jabar   

Polri Selidiki Munculnya Hoaks Video Penembakan yang Dikaitkan dengan Kasus Laskar FPI   

Habib Rizieq: Demi Allah Saya dan Keluarga Siap Mati Syahid!

Yusri mengatakan, isi dari berita viral itu yakni seorang hacker yang berhasil membongkar percakapan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Percakapannya disebut-sebut membahas rencana pembunuhan Habib Rizieq.

"Bahwa ada percakapan WA Pak Kapolda Metro Jaya dalam satu WA-nya ini saya jelaskan bahwa ini adalah berita tidak benar. Viral hoaks membocorkan WhatsApp perihal pembunuhan HRS oleh anggota kepolisian," ungkap Yusri.

 

Pihak kepolisian sendiri langsung mengkonfirmasi terkait info itu ke media online tersebut. Hasilnya menyebutkan jika redaksi tidak pernah mengeluarkan berita viral tersebut.

"Saya sudah konfirmasi ke media dan beberapa media lainnya mereka menyatakan tidak pernah memberitakan seperti ini dan ini editan. Ini di edit karena media tersebut tidak pernah mengeluarkan berita ini," kata Yusri.

Rencana tindak lanjut dari Polda Metro Jaya sendiri yaitu melalukan penyelidikan. Polisi saat ini tengah mencari pembuat atau yang mengedit berita hoaks tersebut.

"Kami akan lakukan pendalaman ini semuanya untuk kita cari siapa pelakunya. Karena ini sudah beredar luas di medsos," pungkas Yusri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini