BMKG Ingatkan Waspada Menghadapi Puncak Musim Hujan

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 09 Desember 2020 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 337 2324246 bmkg-ingatkan-waspada-menghadapi-puncak-musim-hujan-mqNp2SyPeR.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan hasil pemantauan perkembangan musim di berbagai wilayah di Indonesia. Pemantauan itu dilakukan hingga akhir November 2020.

Deputi Bidang Klimatologi, BMKG Herizal mengungkapkan, berdasarkan pemantauan sebanyak 61 persen daerah di wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

"Seperti di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jakarta, sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian NTB, Flores bagian utara, Kalimantan," kata Herizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12/2020).

"Kemudian, sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian barat, Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian utara," tambahnya.

Baca Juga:  Bibit Siklon Tropis Terdeteksi, Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan!

Sementara itu, kata dia, anomali iklim La Nina terpantau masih berlangsung di Samudera Pasifik dengan intensitas level "moderat".

Berdasarkan suhu muka laut Samudera Pasifik bagian tengah daerah Nino 3.4 menunjukkan anomali sebesar -1.4°C, dengan demikian Intensitas La Nina moderat yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Januari-Maret 2021, dan kemudian akan melemah pada bulan Mei 2021.

"Musim hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksikan akan berlangsung hingga bulan April 2021," ungkapnya.

Herizal mengatakan, peningkatan kewaspadaan harus dilakukan khususnya pada daerah-daerah yang diprediksi akan mendapatkan akumulasi curah hujan dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi pada bulan Desember 2020-Januari 2021.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Bengkulu, 7 Rumah Rusak

Potensi tersebut berpeluang terjadi di pesisir barat Sumatera, sebagian besar pulau Jawa, Bali, sebagian NTB, sebagian NTT, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua.

Adapun puncak musim hujan diprediksikan untuk sebagian besar wilayah akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2021 yang umumnya bertepatan dengan puncak Monsun Asia.

"Dengan latar belakang anomali iklim La Nina, meningkatnya aktivitas Monsoon Asia pada bulan Desember ini juga dapat juga disertai oleh beberapa fenomena atmosfer khusus lainnya seperti cold surge (seruakan dingin Asia). Gelombang atmosfer ekuator (MJO), dan pertemuan massa udara antar tropis (Inter Tropical Convergence Zona - ITCZ)," ungkapnya

"Fenomena-fenomena tersebut telah diketahui dapat terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri, dan mampu memicu curah hujan ekstrem yang berdampak signifikan, diprediksi dapat terjadi dalam periode minggu terakhir Desember 2020-Januari 2021," sambung Herizal.

Karena itu, kata dia, BMKG mengimbau pihak-pihak terkait di pemerintah pusat dan pemerintah daerah atau masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi agar waspada.

"Dengan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan banjir bandang, serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini