Fakta-Fakta Terbaru soal Penembakan 6 Laskar FPI

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 09 Desember 2020 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 337 2324238 fakta-fakta-terbaru-soal-penembakan-6-laskar-fpi-hy7Hk8yONG.jpg Pemulangan 6 jenazah Laskar FPI dari RS Polri. (Foto : iNews.id)

JAKARTA โ€“ Peristiwa penembakan terhadap 6 anggota Laskar FPI yang terjadi pada Senin (7/12/2020) dini hari masih terus berkembang.

Beberapa fakta sebelumnya menyebutkan, anggota FPI sempat menembak petugas kepolisian hingga kepemilikan senjata masih diselidiki polisi.

Tak hanya itu, beberapa fakta lain dari versi polisi juga menyebutkan 4 orang lainnya yang diduga melarikan diri saat bentrokan berlangsung tengah diburu, termasuk fakta 6 jenazah Laskar FPI yang dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Okezone mengulas beberapa fakta terbaru setelah fakta yang sebelumnya diungkap menurut berbagai sumber, berikut ulasannya:

1. 6 Jenazah Anggota FPI Dipulangkan dari RS Polri

Sebanyak 6 jenazah anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI) telah berhasil dipulangkan oleh tim kuasa hukum dan pihak keluarga dari Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakara Timur, Selasa (8/12/2020) malam.

Keenam jenazah Laskar FPI langsung diberangkatkan menuju Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pantauan MNC Media di lokasi pada Selasa (8/12/2020) malam, dalam proses pemulangan jenazah tersebut, dua politisi Partai Gerindra, Fadli Zon dan Muhammad Syafii turut hadir.

Fadli, Syafii, dan keluarga tidak dibolehkan masuk ke Ruang Instalasi Forensik. Mereka hanya diperkenankan menunggu di halaman depan.

Belasan polisi terpantau berjaga saat proses pemindahan jenazah ke dalam mobil jenazah. Tampak pula polisi berpakaian bebas hilir-mudik menyisir lokasi.

"Mohon pengertiannya, jaga jarak, jaga jarak," ucap salah seorang polisi memberi imbauan.

Saat keenam ambulans tersebut mulai meninggalkan lokasi, mobil patroli dan pengawalan (Patwal) polisi turut mengawalnya.

2. Beredar Rekaman Video Hoaks Penembakan 6 Anggota FPI

Video yang diduga dinarasikan penembakan terhadap enam orang laskar FPI di Tol Jakarta Cikampek beredar di media sosial. Namun, dipastikan video tersebut hoax atau tidak benar.

Menukil dari situs Turnbackhoax.id disebutkan, video tersebut bukan potongan video terkait enam anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.

Informasi tersebut tersebar di media sosial, seperti diutarakan Akun Ahmad Tsauri (fb.com/ahmad.tsauri.92) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut: โ€œSaya sudah melihat videonya, dalam 5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang. Petugasnya keren. Dan senjata FP* berjatuhan. Hanya dalam 5 detik.

Tembakannya sangat akurat, kalau meleset saja sedikit pasti anggota polisi ada yang mati ditembak mereka. Newbie verses expert. Ternyata ada penembak lebih jitu dari adegan filem-filem hhhe.

Aparat pasti punya durasi dari berbagai sudut. 4 orang yang kabur bisa dijerat pasal terorisme dan jika dibuka semua, soal senjata dan jaringan teroris di FP*.

Ormas tak berijin ini pasti dibubarkan karena terlibat dalam jaringan terorisme. Mohon jangan ada yang inbox minta video, kita tunggu rilis resmi dari aparat.โ€

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar potongan video yang terkait penembakan terhadap 6 anggota FPI adalah klaim yang salah.

Faktanya, bukan gambar potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.

Video berdurasi 5 detik ini, salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Nurburuuj pada 6 Juli 2020.

3. TNI Jelaskan soal Kehadiran Pangdam Jaya Dalam Konferensi Pers Penembakan FPI

Kapendam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin menegaskan, kehadiran Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman saat konferensi pers Polda Metro Jaya terkait peristiwa baku tembak polisi dengan laskar FPI merupakan bentuk dukungan dalam penegakan hukum. Baku tembak di Tol Kerawang (Jakarta-Cikampek) KM 50 itu menewaskan 6 anggota FPI.

"Untuk melihat dan memberikan dukungan penuh kepada Polda Metro Jaya dalam penegakan hukum terhadap adanya aksi melawan hukum yang dilakukan oknum FPI yang mana dalam aksinya membawa senjata tajam dan senjata api ilegal saat melakukan pengawalan dan pengamanan MRS (Muhammad Rizieq Shihab-red)," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (8/12/2020).

Herwin menambahkan, kehadiran Pangdam Jaya juga untuk menekankan akan tetap membantu Polda Metro Jaya guna mengantisipasi terjadinya eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pernyataan Kapendam Jaya menyusul pernyataan pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan Ham dan Kebijakan Publik Busyro Muqoddas di Yogyakarta, pada 8 Desember 2020.

Busyro menyatakan, "menyayangkan keterlibatan Pangdam Jaya dalam proses penjelasan peristiwa kematian 6 anggota FPI oleh pihak Kepolisian, hal ini menguatkan dugaan TNI turut diperankan dalam penanganan penyidikan tindak kejahatan yang berarti TNI telah keluar dari fungsi dan tugas utama TNI".

4. Polisi Kumpulkan Bukti-Bukti Penembakan Anggota FPI

Penyidik Polda Metro Jaya masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) aksi penyerangan anggota Laskar Khusus FPI kepada anggota kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri yunus mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian guna mempertegas kasus tersebut. Selain itu, pihaknya masih mengumpukan alat bukti.

โ€œKita lakukan olah TKP. Kita juga masih kumpulkan semua alat bukti,โ€ katanya, Selasa (8/12/2020).

Selain itu, alat bukti yang dikumpukan antara lain rekaman CCTV baik yang di lokasi kejadian dan juga awal dari penyerangan.

Baca Juga : 6 Laskar FPI Ditembak, Polisi Kumpulkan Alat Bukti Termasuk CCTV Tol Karawang Timur

โ€œKita sedang kumpulkan semua buktinya, termasuk saksi-saksi juga kita lakukan pemeriksaan,โ€ tuturnya.

Baca Juga : Selidiki Penembakan Laskar FPI, Propam Cek Apakah Tindakan Polisi Sesuai SOP

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini