Fokal IMM Minta KPK Bongkar Semua Pihak yang Terlibat Korupsi Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 07 Desember 2020 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 337 2322853 kpk-diminta-bongkar-semua-pihak-yang-terlibat-korupsi-bansos-covid-19-LdIHGTenfo.jpg Juliari P Batubara (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Ketum Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM), Armyn Gultom meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar semua pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) untuk pemulihan dampak Covid-19.

"Kami meminta KPK tidak berhenti melakukan penyelidikan hanya pada lima orang yang sudah menjadi tersangka, tetapi harus dikembangkan lebih jauh, supaya tidak ada lagi orang yang berani dan main-main atas hak orang susah," ujar Armyn melalui pesan singkatnya, Senin (7/12/2020).

Armyn meminta agar lembaga antirasuah memanggil seluruh perusahaan yang ikut dalam pengadaan bansos berupa paket sembako untuk pemulihan dampak Covid-19. Ia menduga ada banyak pihak yang terlibat dalam bancakan bansos ini.

"Kami minta KPK memanggil dan meminta keterangan semua perusahaan yang ditunjuk untuk pengadaan bansos sejak ada kebijakan bansos terkait Covid-19. Dengan begitu akan semakin terkuak siapa saja yang ikut melakukan tindakan koruptif di Kemensos," ucapnya.

Lebih lanjut, Armyn juga berharap Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara yang kini berstatus tersangka, dapat membuka secara terang pihak-pihak yang terlibat dalam perkara ini.

"Kepada Pak Juliari P Batubara dan dua orang pejabat yang ditangkap, kami minta supaya menberikan keterangan apa adanya dan membuka siapa saja yang ikut bermain dibalik bansos Kemensos," kata dia.

Baca Juga : Vaksin Tiba, Jokowi : Kita Bisa Segera Cegah Meluasnya Wabah Covid-19

Baca Juga : Korupsi Bansos Covid-19, Potongan Per Paket Sembako Tak Hanya Rp10.000

Armyn pun mengapresiasi langkah KPK yang berank membongkar praktik kotor dana bansos ini dan menetapkan salah Mensos sebagai tersangka. Sebab, kata dia, tindakan korupsi yang dilakukan atas bantuan sosial sangat memilukan dan memalukan.

"Ketegaan mengambil atau merampas hak orang susah, miskin atau dhuafa adalah sangat keji dan naif," ucapnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos berupa paket sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Kelima tersangka itu yakni, Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabuke (HS).

Atas perbuatannya, tersangka Matheus Joko Santoso, dan inisial AW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 (i) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini