Jelang Pilkada Serentak, Mendagri : TPS Tidak Boleh Lebih dari 500 Orang

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 04 Desember 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321824 jelang-pilkada-serentak-mendagri-tps-tidak-boleh-lebih-dari-500-orang-Z4it18o211.jpg Mendagri Tito Karnavian (foto: Sindo)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan sejumlah arahan jelang pilkada serentak pekan depan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Tito mengingatkan, bahwa pilkada serentak harus aman dari penyebaran Covid-19. Menurutnya KPU sudah membuat sejumlah aturan yang untuk menerapkan protokol kesehatan pada semua tahapan.

“Seluruh rangkaian kegiatan harus diatur sedemikian rupa, agar aman dari covid-19. Di antaranya tempat pemungutan suara (TPS) tidak lebih dari 500 orang,” katanya dikutip dari rilis Puspen Kemendagri, Jumat (4/12/2020).

Baca juga:

Pilkada 2020, KWI Imbau Umat Katolik Patuh Prokes dan Tolak Politik Uang

18.629 Warga Jateng Belum Terima E-KTP Jelang Pilkada Serentak 

Jelang Pencoblosan Pilkada 2020, Anggota KPPS Positif Covid-19 Bisa Diganti

Selain itu waktu pencoblosan juga akan diatur. Hal ini untuk memastikan tidak ada kerumunan.

“Para pemilih juga akan diundang sesuai dengan jam jam tertentu yang akan dimulai pada 07.00 sampai 13.00 waktu setempat,” tuturya.

Dia juga mengingatkan agar para pemilih yang telah menggunakan haknya langsung pulang dan tidak berkumpul di TPS.

“Pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya tidak boleh berkumpul di TPS. (Di TPS) yang ada hanya saksi-saksi, saksi pasangan calon, saksi dari partai. Sehingga transparansi tetap ada dan petugas TPS pun harus mendokumentasi, saksi juga boleh mendokumentasi, merekam, tapi yang lain harus kembali supaya tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Selain itu, Tito juga mengatakan, bahwa petugas TPS harus dilengkapi alat pelindung diri (APD). Di TPS pun harus disediakan masker dan tempat cuci tangan. Kemudian tinta yang digunakan setelah mencoblos tidak lagi dicelup tapi diteteskan ke pemilih sebagai tanda telah menggunakan hak pilihnya.

“Petugas TPS harus menggunakan alat pelindung Covid-19, mulai dari sarung tangan, masker, face shield. Bahkan untuk mereka yang dikarantina di rumah sakit harus memakai APD lengkap seperti pakaian astronot itu. Kemudian pemilih yang datang mereka nanti lihat apakah mereka pakai masker atau tidak, kalau tidak pakai masker akan disiapkan masker oleh KPU, tempat cuci tangan juga disiapkan,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini