Pilkada 2020, KWI Imbau Umat Katolik Patuh Prokes dan Tolak Politik Uang

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321771 pilkada-2020-kwi-imbau-umat-katolik-patuh-prokes-dan-tolak-politik-uang-pnfWupwPDv.jpg Sekretaris Kerasulan Awam KWI Rm Pc Siswantoko Pr (Foto: KWI)

JAKARTA - Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI mengimbau Umat Katolik sebagai pemilih agar menggunakan hak politiknya secara benar, bijak dan cerdas dalam Pilkada serentak 2020. Selain itu, memahami tata cara pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19, mengenal calon kepala daerah yang akan dipilih dan menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

"Umat Katolik diharapkan mematuhi Protokol Kesehatan, lebih-lebih saat memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Memakai masker yang benar, menjaga jarak aman saat bertemu dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir atau dengan hand sanitizer," ujar Ketua Komisi Kerasulan Awam Mgr. Vincensius Sensi Potokota melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga:  7 Artis yang Maju di Pilkada Serentak 2020

Pihaknya juga mengimbau umat Katolik menolak segala bentuk permainan politik kotor seperti politisasi SARA dan bantuan sosial, politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, dan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur demokrasi. Umat Katolik, sambungnya, harus memilih calon kepala daerah yang berjiwa Pancasilais artinya mereka memiliki wawasan kebangsaan yang memadai, menerima pluralisme, berlaku adil terhadap semua agama, suku, dan golongan.

"Di samping itu, para calon kepala daerah itu mempunyai keberanian untuk melawan berbagai bentuk ekstrimisme, premanisme, dan intoleransi yang sering membuat kehidupan masyarakat semakin berat," tuturnya.

Kepada para calon kepala daerah, hendaknya mengedepankan budaya berpolitik yang bermartabat dengan berkompetisi berdasarkan kapasitas dan program kerja yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di daerahnya serta memberi contoh yang baik dalam mentaati Protokol Kesehatan.

Baca Juga:  Heboh Video Amplop Berisi Uang dan Gambar Pasangan Cabup Gunungkidul

Untuk penyelenggara dan pengawas hendaknya menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai sesuai dengan protokol kesehatan, memegang teguh undang-undang dan peraturan yang berlaku, menegakkan kode etik penyelenggaraan dan pengawasan, profesional, netral, serta adil.

"Umat Katolik pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya diharapkan turut menciptakan suasana damai dan aman, serta memastikan bahwa pilkada benar-benar berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan sehat sampai tahapan pilkada selesai," ujarnya.

Pilkada 2020 akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Pesta demokrasi berlangsung di 270 tempat, meliputi 9 provinsi, 34 kota, dan 224 kabupaten di tengah pandemi Covid-19.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini