Djoko Tjandra Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Surat Jalan Palsu

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 04 Desember 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321744 djoko-tjandra-dituntut-2-tahun-penjara-terkait-surat-jalan-palsu-C8MMknOvWd.jpg Djoko Tjandra (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menggelar sidang lanjutan perkara suap surat jalan dan dokumen palsu, Jumat (4/12/2020). Agenda sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra.

Dalam persidangan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Djoko Tjandra dengan hukuman dua tahun penjara.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan terdakwa Djoko Tjandra alias Joko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan telah terbukti melakukan tindak pidana menyuruh melakukan pemalsuan surat secara berlanjut. Menjatuhkan hukuman terhadap terhadap terdakwa dengan pidana selama dua tahun," kata JPU Yeni Trimulyani saat membacakan amar tuntutan di PN Jaktim, Jumat (4/12/2020)

Baca Juga:  Djoko Tjandra Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Surat Jalan Palsu 

Hal-hal yang memberatkan menurut JPU adalah Djoko Tjandra berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan. Sedangkan yang meringankan bahwa terdakwa disebutkan JPU telah berusia lanjut.

"Hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa berbelit-belit dan tidak berterus terang dalam memberikan keterangan sehingga mempersulit jalannya persidangan. Hal-hal yang meringankan bahwa terdakwa telah berusia lanjut," ucapnya.

Selain itu, Djoko Tjandra diminta membayar denda biaya perkara pengadilan. Biaya tersebut sebesar Rp5ribu.

"Menghukum terdakwa untuk membayar perkara sebesar sebesar Rp5ribu," ucapnya.

Baca Juga:  Terima USD 20 Ribu, Brigjen Prasetijo: Wih Ji Uang Lo Banyak Banget!

Djoko Tjandra dituntut oleh JPU melanggar melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 263 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Atas amar tuntutan tersebut, Djoko Tjandra akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Pembacaan Pledoi direncakan akan berlangsung pada pekan depan, Jumat 11 Desember 2020. 

"Iya saya akan mengajukan (pledoi)" kata Djoko di ruang sidang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini