Jelang Pencoblosan Pilkada 2020, Anggota KPPS Positif Covid-19 Bisa Diganti

Felldy Utama, iNews · Jum'at 04 Desember 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321659 jelang-pencoblosan-pilkada-2020-anggota-kpps-positif-covid-19-bisa-diganti-ZvcDaCTOeg.jpg Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik. (Foto : Dok Sindo)

JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Manik, menyampaikan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang reaktif atau positif terpapar virus corona (Covid-19) masih bisa diganti.

Evi menjelaskan, sebenarnya di aturan yang ada, bagi KPPS yang reaktif Covid-19, KPU meminta kepada yang bersangkutan untuk menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari. Jika ada KPPS baru terpapar jelang masa pemungutan dan penghitungan suara, KPU juga telah mengatur pergantiannya dalam sebuah regulasi yang ada.

"Dalam peraturan KPU 18 Tahun 2020, kemungkinan penggantian bisa dilakukan apabila misalnya dalam kaitan ternyata terinfeksi dinyatakan reaktif kemudian petugas KPPS itu kurang dari 5 orang," ujar Evi kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Kendati demikian, kata Evi, apabila personel KPPS tidak kurang dari 5 orang akibat adanya personel yang terpapar Covid-19, tugas-tugas KPPS itu terus dilanjutkan tanpa harus ada proses pergantian.

"Sehingga kalau belum sampai jumlahnya berkurang dari 5, tentu masih bisa bekerja dengan pengaturan tugas yang dibagi ketua KPPS," ujar dia.

Saat disinggung jumlah petugas yang terpapar atau dinyatakan reaktif Covid-19, Evi mengaku belum memiliki datanya secara keseluruhan. Sebab, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan data-data tersebut.

"Sekarang data-data itu sedang dikumpulkan dan sedang direkap. Mungkin dalam waktu enggak berapa lama lagi kita beritahu," tuturnya.

Baca Juga : Pemilih yang Positif Covid-19 Tetap Bisa Nyoblos di Pilkada 2020

Sebagaimana diketahui, pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 ini akan digelar pada Rabu (9/12/2020) pekan depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini