MA Diskon Hukuman Wartawan Pemakai Sabu Jadi 1 Tahun 6 Bulan

Sabir Laluhu, Koran SI · Jum'at 04 Desember 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321653 ma-diskon-hukuman-wartawan-pemakai-sabu-jadi-1-tahun-6-bulan-oDmyNDwxTS.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Wartawan sebuah media massa berbasis di Jakarta sekaligus warga Provinsi Lampung dan pemakai narkoba jenis sabu, Chandra Foetra S seperti mendapatkan 'durian runtuh'. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) memberikan diskon hukuman bagi Chandra Foetra S dari 4 tahun pidana penjara menjadi 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun meski kasasi yang diajukan Chandra ditolak MA.

Hal ini tercantum secara jelas dalam salinan putusan kasasi Nomor: 461 K/Pid.Sus/2020 atas nama Chandra Foetra S. Perkara ini ditangani dan diadili oleh majelis hakim agung kasasi MA yang diketuai Sri Murwahyuni dengan anggota Eddy Army dan Gazalba Saleh. Pada salinan putusan, tercatat pekerjaan Chandra sebagai wartawan.

Putusan kasasi atas nama Chandra diputuskan dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa, 10 Maret 2020 oleh tiga orang majelis. Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga oleh ketua majelis dengan dihadiri dua hakim anggota serta Zaenal Arifin sebagai panitera pengganti. Chandra dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang, Provinsi Lampung tidak hadir saat pengucapan putusan.

Kasasi perkara ini diajukan oleh kedua belah pihak. JPU pada Kejari Tulang Bawang (pemohon kasasi I) lebih dulu mengajukan memori kasasi tertanggal 12 November 2019. Chandra (pemohon kasasi II) baru mengajukan memori kasasi enam hari berselang atau 18 November 2019.

Kasasi dimohonkan kedua belah pihak menyikapi putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang Nomor: 143/Pid/2019/PT TJK bertanggal 30 Oktober 2019. Dalam putusan banding tercantum empat amar. Satu di antaranya, menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Menggala Nomor: 327/Pid.Sus/2019/PN.Mgl tertanggal 24 September 2019.

Majelis hakim agung kasasi menilai, putusan judex facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum atau Undang-Undang (UU). Karenanya, menurut majelis, kasasi yang diajukan oleh JPU maupun Chandra tidak dapat dibenarkan dan harus ditolak dengan perbaikan. Untuk itu, majelis menyatakan, putusan PT Tanjungkarang yang menguatkan putusan PN Menggala harus diperbaiki khususnya pada klausal pidana penjara.

Baca Juga : Strategi Khusus Habib Rizieq Hadapi Panggilan Polisi

Ketua Majelis Hakim Agung Kasasi Sri Murwahyuni menyatakan, pihaknya mengadili dengan empat amar putusan di tahap kasasi. Satu, menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi I yakni JPU Pada Kejari Tulang Bawang. Dua, menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi II yaitu terdakwa Chandra Foetra S bin Emil Foster Simatupang. Tiga, memperbaiki putusan PT Tanjungkarang Nomor: 143/Pid/2019/PT TJK yang menguatkan putusan PN Menggala Nomor: 327/Pid.Sus/2019/PN Mgl.

"Mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa menjadi pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp800 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 1 bulan. Empat, membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp2.500," tegas hakim Sri Murwahyuni saat pengucapan putusan, sebagaimana dikutip KORAN SINDO dan MNC News Portal, di Jakarta, Jumat (4/12/2020).

Sebelumnya, majelis hakim PN Menggala memutuskan enam amar. Di antaranya satu, menyatakan terdakwa Chandra Foetra S bin Emil Foster Simatupang terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melakukan tindak pidana "pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki atau menguasai narkotika golongan i bukan tanaman".

Dua, menenjatuhkan pidana kepada Chandra dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda Rp800 juta subsider pidana penjara selama 1 bulan. Tiga, menetapkan lamanya Chandra berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Empat, menetapkan Chandra tetap berada dalam tahanan.

Perkara ini bermula saat Chandra Foetra S ditangkap dan digeledah Tim Polres Tulang Tulang Bawang dalam sebuah rumah yang beralamat di Desa Gedung Aji Lama, Kabupaten Tulang Bawang pada 18 Mei 2019 pukul 21.30 WIB. Penangkapan terjadi usai Chandra bersama Ali Amin dan Mup (DPO) menggunakan shabu bagi dirinya secara bersama-sama di dalam rumah. Saat penangkapan dan penggeledahan terhadap Chandra, ditemukan 1 buah tabung kaca pirek berisi sisa 1 shabu bekas pakai dengan berat netto 0,146.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini