MUI Harap Adanya DKN Persoalan Bangsa Teratasi

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321561 waketum-mui-usul-pembentukan-dewan-kerukunan-nasional-dilanjutkan-6uIJMf4FBL.jpg Wakil Ketua MUI Anwar Abbas (Foto: Antara)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Dewan Kerukunan Nasional (DKN) perlu untuk dilanjutkan.

"Menurut saya gagasan Presiden Jokowi untuk membentuk satu dewan dengan nama Dewan Kerukunan Nasional yang sudah pernah beliau gagas dalam periode lalu untuk dilanjutkan dan diaktifkan kembali," ucap Anwar melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Baca Juga:  Habib Rizieq Ajak Hijrah ke Sistem Berbasis Tauhid, Ini Kata Waketum MUI

Nantinya, DKN dapat mencari titik temu dari berbagai perbedaan pendapat yang ada dan hasilnya diserahkan kepada pemerintah sebagai masukkan untuj ditindaklanjuti. Dengan demikian negeri ini, kata Anwar, tidak sering lagi terganggu dengan kegaduhan dan kerusuhan seperti yang terjadi sekarang.

"Kita harapkan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa akan dapat kita atasi secara bersama-sama," imbuhnya.

Anwar berujar, bangsa Indonesia ingin sekali hidup aman, tentram dan damai. Namun, nampaknya hal itu belum bisa diwujudkan lantaran adanya perbedaan pendapat yang terlalu tajam antar-anak bangsa. Hal itu, kata dia, bisa terjadi karena bedanya informasi serta kepentingan atau sudut pandang.

"Untuk itu, menurut saya kita harus duduk bersama membicarakan apa yang telah menjadi persoalan di antara kita. Dan di dalam bermusyawarah tersebut kita harus samakan sikap dan pandangan kita," tuturnya.

Baca Juga:  MUI: Pengepungan Rumah Ibu Mahfud MD Salah Kaprah! 

Sebagai panduan dalam bermusyawarah, kata dia, sebagaimana disampaikan Keta Umum MUI yang baru, KH Miftachul Akhyar, persatuan dan kesatuan harus bisa terwujud apabila antaranak bangsa bisa saling menghormati. Kemudian, mendudukan persoalan melalui musyawarah.

Jika prinsip saling menghormati, menghargai serta musyawarah diterapkan maka segala persoalan bisa terpecahkan dengan baik tanpa harus ada gesekan antar-sesama anak bangsa.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini