Pengibaran Bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne, KSP : Tak Dapat Dibenarkan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321531 pengibaran-bendera-bintang-kejora-di-kjri-melbourne-ksp-tak-dapat-dibenarkan-Wl8wicEEZb.jpeg Deputi V KSP, Jaleswari Pramodhawardani. (Foto : Okezone/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Sekelompok orang dilaporkan mengibarkan bendera bintang kejora dan membawa spanduk bertuliskan "Free West Papua" di atap Gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne, Australia.

Selain itu, sekelompok orang tersebut juga membawa spanduk bertuliskan "TNI Out Stop Killing Papua." Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dari video tersebut terdengar teriakan "Papua merdeka."

Hingga kini belum diketahui identitas pelaku pengibaran bendera bintang kejora di KJRI Melbourne tersebut.

Deputi V Bidang Politik, Hukum, Kemanan dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani, menyesalkan peristiwa tersebut. Menurut dia, berdasarkan Konvensi Wina dan hukum kebiasaan internasional, area konsulat jenderal harus dihormati.

Apalagi, dalam kejadian tersebut, KJRI di Melbourne diduga diterobos masuk dan disusupi tanpa izin oleh para pengibar bendera tersebut.

"Sehingga insiden yang terjadi di KJRI Melbourne, tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan hukum internasional," ujar Dani—sapaan akrabnya—melalui keterangan tertulis, Jumat (4/12/2020).

Dani menuturkan, Australia selaku negara penerima seharusnya bisa menjaga keamanan area Konsulat Jenderal RI yang ada di negaranya.

"Negara penerima, dalam hal ini Australia, memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk menjaga keamanan dari area Konsulat Jenderal Republik Indonesia," ujarnya.

Baca Juga : 5 Fakta Benny Wenda, Sosok yang Deklarasi Negara Papua Barat

Sebelumnya, pimpinan ULMWP, Benny Wenda mendeklarasikan pembentukan pemerintahan sementara Papua Barat dan menyatakan tidak akan tunduk dengan aturan dari Jakarta atau pemerintahan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini