KPK Jemput Paksa Eks Direktur Garuda Indonesia di Rumahnya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 04 Desember 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 337 2321527 kpk-jemput-paksa-eks-direktur-garuda-indonesia-di-rumahnya-9qPST3j7eo.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno (HS), pada hari ini. Hadinoto Soedigno merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia.

(Baca juga: Mahfud MD: Tuntaskan Kasus Harley Davidson Eks Dirut Garuda!

"Jumat, 4 Desember 2020, KPK telah jemput paksa HS selaku tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait PT garuda indonesia," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (4/12/2020).

Hadinoto dijemput paksa oleh tim penyidik KPK dirumahnya daerah Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hadinoto dijemput paksa karena sebelumnya mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan KPK sebagai tersangka.

"Tersangka dijemput paksa penyidik di rumahnya di Jati Padang Jakarta Selatan. Yang bersangkutan sebelumnya telah dipanggil secara patut menurut hukum namun mangkir dari panggilan penyidik KPK," bebernya.

Saat ini, Hadinoto telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Ia langsung diperiksa secara intensif oleh penyidik dalam kapasitasnya sebagai tersangka. "Saat ini tersangka akan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik," pungkas Ali.

KPK sempat memanggil Hadinoto Soedigno dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia, pada Kamis, 3 Desember 2020, kemarin. Namun, Hadinoto mangkir alias tidak hadir.

Sekadar informasi, KPK menetapkan Hadinoto Soedigno sebagai tersangka baru dalam perkara ini. Ia diduga terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2004-2015.

Hadinoto diduga menerima sejumlah uang dari bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Uang tersebut untuk memuluskan empat proyek pengadaan pesawat tahun anggaran 2008 - 2013 dari perusahaan Rolls Royce.

Empat proyek tersebut adalah kontrak pembelian pesawat Trent seri 700 dan perawatan mesin dengan perusahaan Rolls-Royce. Kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S.

Kemudian, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR). Dan Kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo‎ sebagai tersangka kasus‎ dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia, Rolls Royce.

Emirsyah diduga telah menerima sebesar 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar Amerika Serikat dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

Kemudian, KPK mengidentifikasi adanya dugaan suap dalam pengadaan pesawat selain jenis Airbus. KPK menduga ada indikasi suap dalam pembelian pesawat jenis Bombardier dan Avions de Transport Regional (ATR). Total suap yang berhasil diidentifikasi KPK sebesar Rp‎100 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini