Begini Jejak Kasus Mantan Anggota BPK Rizal Djalil Tersangka Suap Proyek Air Minum

Djairan, iNews · Kamis 03 Desember 2020 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 337 2321149 begini-jejak-kasus-mantan-anggota-bpk-rizal-djalil-tersangka-suap-proyek-air-minum-p9ZELk71t8.jpg Mantan Anggota BPK, Rizal Djalil (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2017/2018.

Salah satunya yakni mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 25 September 2019 silam. Kendati demikian, Rizal tak kunjung ditahan meski telah berstatus tersangka lebih dari satu tahun.

Baca juga:

KPK Setor Rp2,36 Miliar Uang Pengganti Eks Pejabat PUPR Muara Enim

Hong Arta Didakwa Suap Mantan Anggota DPR dan Kepala BPJN IX Maluku

Setelah hampir tujuh jam melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan KPK akan segera menggelar jumpa pers mengenai perkembangan pemeriksaan kasus tersebut pada Kamis (3/12/2020) pukul 17.00 WIB.

Selain Rizal, dalam kasus itu KPK juga menetapkan tersangka lainnya, yaitu Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo. Sebelumnya, kedua tersangka sudah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 20 September 2019. Bagaimana jejak kasus Rizal dan Leonardo?

Sebagaimana diketahui, dalam pengembangan kasus proyek SPAM tersebut KPK telah menetapkan Rizal dan Leonardo sebagai tersangka, meski keduanya belum ditahan sampai saat ini. Dalam perkara ini, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura.

Rizal diduga menerima suap tersebut untuk membantu dan memuluskan perusahaan PT Minarta Dutahutama agar berhasil mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria. Proyek yang diincar Leonardo tersebut memiliki pagu anggaran Rp79,27 miliar di Kementerian PUPR.

Dalam aksinya, Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM Kementerian PUPR untuk kemudian proyek itu dikerjakan oleh perusahaan Leonardo. KPK menduga uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap, sebelumnya Rizal telah‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini