Kemenkes Catat 95.893 Kasus DBD Sepanjang 2020

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 03 Desember 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 337 2320957 kemenkes-catat-95-893-kasus-dbd-sepanjang-2020-Jh4VOROTGr.jpg Ilustrasi (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah tersebar di 472 kabupaten/kota di 34 provinsi. Sementara itu, kematian akibat DBD terjadi di 219 kabupaten/kota.

Di mana, kasus DBD tahun ini sampai dengan Minggu ke-49 sebanyak 95.893, sementara jumlah kematian akibat DBD sampai dengan Minggu ke-49 sebanyak 661. Per tanggal 30 November 2020 ada 51 penambahan kasus DBD dan 1 penambahan kematian akibat DBD. Dengan presentasi sebanyak 73,35% atau 377 kabupaten/kota sudah mencapai Incident Rate (IR) kurang dari 49 per 100.000 penduduk.

Baca Juga: Peneliti Indonesia Temukan Solusi Hentikan Wabah DBD 

Sementara itu, Kemenkes mencatat proporsi kasus DBD per golongan umur antara lain kurang dari 1 tahun sebanyak 3,13 %. Pada umur 1 sampai 4 tahun sebanyak 14,88 %. Pada umur 5 sampai 14 tahun 33,97 %. Pada umur 15 sampai 44 tahun 37,45 %. Dan pada umur lebih dari 44 tahun sebanyak 11,57 %.

Adapun proporsi kasus kematian DBD per golongan umur antara lain kurang dari 1 tahun sebanyak 10,32 %. Pada umur 1 sampai 4 tahun 28,57 %. Pada umur 5 sampai 14 tahun 34,13 %. Pada umur 15 sampai 44 tahun sebesar 15,87 %. Dan pada umur lebih 44 tahun 11,11 %.

Saat ini, terdapat 5 Kabupaten/Kota dengan kasus DBD tertinggi, yakni Buleleng 3.313 orang, Badung 2.547 orang, Kota Bandung 2.363, Sikka 1.786, Gianyar 1.717.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes Didi Budijanto mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

M pertama adalah Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.

Baca Juga:  2.677 Kasus DBD Terjadi di Buleleng, Tertinggi di Indonesia

Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. “Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan,” ungkap Didi dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Kamis (3/12/2020).

M selanjutnya Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

M ketiga adalah Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan gotong-royong membersihkan lingkungan. “Hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan, terus menerus, dan tepat sasaran,” kata Didi.

Di Indonesia DBD menyerang laki-laki sebanyak 53,11% dan perempuan sebanyak 46,89%. “Kita harus waspadai tanda dan gejala DBD. Segera lapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila curiga DBD,” ucap Didi.

Pemerintah juga telah mengupayakan pengendalian DBD dengan melaksanakan gerakan 1 rumah 1 jumantik di 131 kabupaten/kota, 7.454 koordinator Jumantik, 5.620 supervisor jumantik, dan 1.109 kader jumantik pelabuhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini