KPK Selisik Aliran Uang ke Rekening Wali Kota Dumai Lewat Istrinya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 03 Desember 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 337 2320908 kpk-selisik-aliran-uang-ke-rekening-wali-kota-dumai-lewat-istrinya-1bFfcUKwof.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik sejumlah aliran uang dugaan suap dan gratifikasi yang masuk ke rekening Wali Kota Dumai, Zulkifli Adnan Singkah (ZAS). KPK menelisik aliran uang itu lewat istri Zulkifli Adnan Singkah, Haslinar.

Haslinar yang juga Anggota DPRD Kota Dumai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi atas perkara suaminya pada Rabu, 2 Desember 2020, kemarin. Penyidik KPK telah mengantongi keterangan dari Haslinar ihwal sejumlah aliran uang yang masuk ke rekening suaminya.

"Haslinar (anggota DPRD kota Dumai 2019-2024) dikonfirmasi mengenai adanya dugaan transaksi sejumlah dana ke rekening tersangka ZAS," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (3/12/2020).

Haslinar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi atas kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai Dalam APBNP tahun 2017 dan APBN 2018. Selain Haslinar, ada dua saksi lagi yang juga diperiksa dalam perkara tersebut.

Keduanya yakni, Yusman selaku mantan Anggota DPRD Kota Dumai Fraksi Nasional Demokrat dan Marjoko Santoso selaku mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Dumai. Mereka juga diperiksa pada Rabu, 2 Desember 2020, kemarin.

Yusman dikonfirmasi penyidik mengenai adanya dugaan aliran sejumlah dana ke rekening beberapa pihak panitia pengadaan yang terkait proyek di Pemkot Dumai. Sedangka Marjoko, didalami ihwal alokasi dan pengusulan DAK Kota Dumai Tahun 2017.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Zulkifli Adnan Singkah sebagai tersangka. Dia dijerat pasal suap dan gratifikasi. Pada perkara pertama, Zulkifli diduga telah menyuap pejabat Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo dan koleganya sebesar Rp550 juta.

Baca Juga : Cegah Ledakan Covid-19 Kluster Industri, 2.000 Buruh Jalani Tes Swab

Suap diduga terkait pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai. Penetapan tersangka terhadap Zulkifli ini merupakan pengembangan dari perkara suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Dalam perkara itu, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka yakni Anggota Komisi XI DPR, Amin Santono; perantara suap, Eka Kamaluddin; Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Yaya Purnomo; serta kontraktor, Ahmad Ghiast. Keempatnya telah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli diduga menerima ‎gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Zulkifli sendiri belum dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini