Bawaslu Patroli Anti Politik Uang saat Masa Tenang Pilkada

Felldy Utama, iNews · Kamis 03 Desember 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 337 2320865 bawaslu-patroli-anti-politik-uang-saat-masa-tenang-pilkada-BNfbOFO0fY.jpg Foto: iNews/Felldy

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berencana untuk menggelar patroli pengawasan anti politik uang, selama tahapan masa tenang Pilkada serentak 2020. Hal ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan dari Bawaslu guna mengantisipasi kecurangan yang dilakukan oleh peserta Pilkada.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu RI, Abhan dalam rapat koordinasi (Rakor) tiga lembaga yang tergabung dalam sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) terkait persiapan pemungutan dan penghitungan suara.

Baca juga:

Kabareskrim Sebut Pelanggaran Prokes saat Pilkada Bisa Dipidana   

 Jelang Pilkada 2020, Kabareskrim Bertandang ke Bawaslu dan KPU

Pilkada Serentak 2020, Epidemiolog Prediksi Kasus Positif Covid-19 Melonjak

Abhan menyebut, potensi pelanggaran yang besar kemungkinan terjadi dalam masa tenang Pilkada adalah maraknya politik uang (money politics) yang dilakukan oknum peserta pemilihan. Pelanggaran ini, katanya, merujuk pada pengalaman penyelenggaran Pemilu atau Pilkada di tahun-tahun sebelumnya.

"Maka sebagai upaya pencegahan, kami melakukan upaya yang kami namakan patroli pengawasan anti politik uang," kata Abhan dalam paparannya di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020).

 

Dia menyadari, lembaganya tak mungkin bisa bergerak sendiri dalam menjalankan fungsi pengawasan ini. Oleh karena itu, ia berharap peran serta aparat penegak hukum dalam hal ini Polri untuk ikut bersama mengawasinya.

"Tentu ini bisa bersama-sama dengan jajaran kepolisian agar bisa menekan, agar tidak terjadi politik uang, dan tentu pelanggaran-pelanggaran lainnya di masa tenang," ujar dia.

"Karena pada prinsipnya, di masa tenang tidak ada lagi kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, dan ini tentu menjadi tantangan kita," tutur dia melanjutkan.

Untuk diketahui, tahapan masa kampanye sendiri akan berakhir pada tanggal 5 Desember mendatang. Setelah itu, masuk ke dalam masa tenang yang terhitung dimulai pada tangggal 6-8 Desember. Kemudian, barulah masuk dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 9 Desember 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini