Tunggakan Perkara di Pengadilan Harus Segera Diselesaikan

Sabir Laluhu, Koran SI · Rabu 02 Desember 2020 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2320501 tunggakan-perkara-di-pengadilan-harus-segera-diselesaikan-dJjjdeYMLX.jpg Ketua MA Muhmmad Syarifuddin (Foto : Humas MA)

JAKARTA - Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin mengingatkan setiap Kamar MA dan badan peradilan di bawah MA menyelesaikan berbagai tunggakan perkara yang belum terselesaikan jelang satu bulan tutup tahun 2020.

"Khusus untuk perkara, kembali saya mengingatkan agar waktu kurang lebih 1 bulan yang tersisa sebelum tutup tahun ini dapat digunakan untuk memacu dan mempercepat penanganan perkara yang masih belum diputus,," ujar Muhammad Syarifuddin melalui siaran pers yang diperoleh MNC News Portal, di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Pernyataan ini disampaikan Syarifuddin dalam sambutannya saat menutup Rapat Pleno Kamar MA ke-9. Rapat Pleno lebih dulu dilakukan pada Senin (30/11/2020) yang berlangsung di Ballroom InterContinental, Bandung, Dago Pakar.

Syarifuddin menggariskan, penyelesaian perkara tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan rasio kinerja MA secara keseluruhan. Rasio kinerja tersebut, kata dia, akan dituangkan pada Laporan Tahunan 2020 MA yang akan diselenggarakan dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Meski begitu, dia tidak menyebutkan berapa jumlah tunggakan perkara di tingkat MA maupun badan peradilan di bawahnya.

Baca Juga : Maling Gasak Hampir Rp500 Juta dari Toko Sembako, Ada Jejak Ceceran Darah

Khusus untuk Rapat Pleno Kamar MA, Syarifuddin menegaskan, seluruh rumusan rapat pleno yang telah dihasilkan bersama nantinya akan dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) MA dan akan ditiany menjadi Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) tentang Pemberlakuan Hasil Rapat Pleno Kamar Tahun 2020. SEMA akan menjadi pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh pengadilan.

"Selain itu saya juga menugaskan kepada Bapak Panitera Mahkamah Agung agar Rumusan Pleno Kamar Tahun ini dapat dimuat dalam website Mahkamah Agung, dan dikompilasikan menjadi satu kesatuan dengan hasil Rumusan Pleno Kamar tahun-tahun yang lalu," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini