Libatkan 5 Pakar, KY Wawancara 13 Calon Hakim

Sabir Laluhu, Koran SI · Rabu 02 Desember 2020 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2320474 libatkan-5-pakar-ky-wawancara-13-calon-hakim-0SZOWoQT6z.jpg Komisi Yudisial (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) menggelar seleksi tahap wawancara terbuka selama tiga hari terhadap 13 calon hakim tata usaha negara (TUN), adhoc hubungan industrial, dan adhoc tindak pidana korupsi (tipikor) di Mahkamah Agung (MA) serta melibatkan lima orang pakar.

Ketua KY Jaja Ahmad Jayus menyatakan, KY telah meluluskan tiga orang calon hakim pada seleksi tahap kesehatan dan kepribadian sehingga berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya yakni wawancara terbuka. Untuk wawancara terbuka, kata Jaja, digelar di Gedung KY, Jakarta Pusat kurun 2-4 Desember 2020. 

Wawancara terbuka terhadap 13 calon hakim tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan setiap calon harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan hasil swab test atau rapid test sebelum wawancara digelar. Wawancara terbuka dilakukan oleh panelis yang terdiri atas tujuh anggota KY dan beberapa ahli atau pakar.

Baca Juga: Komisi III DPR Setujui 7 Calon Anggota KY 2020-2025

Jaja menggariskan, pelaksanaan wawancara terbuka dapat disalurkan publik secara daring melalui kanal youtube KY secara live serta melalui aplikasi zoom untuk para undangan. Langkah ini dilakukan KY dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas proses.

"Hasil penilaian wawancara merupakan bahan pertimbangan penetapan kelulusan calon hakim agung dan calon hakim adhoc di Mahkamah Agung yang akan disampaikan kepada DPR," tegas Jaja melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Aidul Fitriciada Azhari mengungkapkan, 13 calon terbagi dalam tiga bagian calon pengisi jabatan. Masing-masing yakni satu calon hakim agung TUN khusus pajak pada MA adalah Triyono Martanto (hakim Pengadilan Pajak). Berikutnya 5 orang calon hakim adhoc hubungan industrial di MA yaitu Andari Yuriko Sari, Achmad Jaka Mirdinata, Mohammad Fandrian Hadistianto, Parmonangan Siregar, dan Yanto Yunus.

Kemudian, 7 calon hakim adhoc tipikor di MA. Mereka yakni Sinintha Yuliansih Sibarani, Rodjai S Irawan, Yarna Dewita, Felix Da Lopez, Mulijanto, Banelaus Naipospos, dan Petrus Paulus Maturbongs. Aidul menegaskan, jika hasil tes usap calon dinyatakan positif Covid-19, maka wawancara terhadap calon tersebut akan dilakukan secara daring.

"Saat wawancara terbuka, panelis akan menggali visi, misi, komitmen, Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), filsafat hukum dan teori hukum, wawasan pengetahuan peradilan serta perkembangan hukum, hingga penguasaan hukum materiil dan formil," ujar Aidul.

Baca Juga:  KY Harap 7 Calon Komisioner Tingkatkan Kinerja & Atasi Masalah dengan MA 

Berdasarkan data yang disampaikan KY ke para jurnalis, terdapat lima orang ahli atau pakar yang dilibatkan saat wawancara terbuka terhadap 13 calon hakim. Tiga orang pakar hukum kamar yakni Zahrul Rabain untuk wawancara calon hakim adhoc hubungan industrial, Parman Soeparman untuk wawancara calon hakim adhoc tipikor, dan hakim agung MA M Hary Djatmiko untuk calon hakim agung TUN khusus pajak.

Berikutnya, dua orang pakar kenegaraan. Masing-masing yaitu Ketua Mahkamah Agung periode 2001-2008 Bagir Manan dan mantan wakil menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta Nasaruddin Umar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini