Saksi Ungkap Pinangki Pernah Biayai Rapid Test 10 Pegawai Kejagung

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2320398 saksi-ungkap-pinangki-pernah-biayai-rapid-test-10-pegawai-kejagung-5xP9oMcbe1.jpg Pinangki saat menjalani sidang (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Terdakwa Pinangki Sirna Malasari disebut pernah membiayai sekira sepuluh pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk rapid tes. Pinangki sendiri merupakan terdakwa perkara dugaan penerimaan gratifikasi terkait kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (Agung).

Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi yang merupakan dokter kecantikan, Olivia Santoso dalam persidangan. Olivia merupakan dokter yang biasa menangani perawatan kecantikan serta kesehatan Pinangki dan keluarganya.

Awalnya, Jaksa mengonfirmasi Dokter Olivia ihwal adanya pembelian rapid tes bio sensor asal Korea oleh Pinangki Sirna Malasari pada 11 Mei 2020 sebesar Rp19 juta. Olivia mengatakan, Pinangki membeli alat tersebut untuk dipakai keluarga dan juga staf Kejaksaan Agung.

"Biasanya Ibu (Pinangki) beli untuk satu keluarga di rumah Pakubuwono, Dharmawangsa, maupun Sentul, atau orang kejaksaan, staf-staf," ungkap Olivia di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2020).

Lebih lanjut, Olivia mengaku tidak mengetahui siapa saja sosok staf Kejaksaan Agung yang dibiayai Pinangki untuk menjalani rapid test. Kepada Olivia, Pinangki hanya menyebut kalau dia sering melakukan kontak dengan para staf tersebut.

"Bilangnya staf kejaksaan yang interaksi dengan ibu. Karena, maunya (Pinangki) yang interaksi sama terdakwa adalah orang yang bersih. Bisa sampai 10 orang Pak, biasanya suntik vitamin plus rapid tes," jelasnya.

Sebelumnya, Olivia juga mengungkap bahwa Pinangki rutin melakukan suntik multivitamin hingga saat ini. Pasalnya, Pinangki mengaku terlalu banyak bekerja sehingga sering kelelahan.

Berangkat dari situ, Olivia menjadi dokter kecantikan sekaligus kesehatan bagi keluarga Pinangki. Sekali datang ke rumah Pinangki, Olivia mengaku bisa menerima bayaran sebesar Rp300 ribu, dan untuk akhir pekan mencapai Rp500 ribu.

Dengan nominal tersebut, Pinangki mendapatkan sejumlah pelayanan dari Olivia. Pelayanan kesehatan yang didapat Pinangki misalnya, suntik alergen, botok, hingga kolagen.

"Rp 300 ribu per datang, kalau malam atau weekend Rp 500 ribu, (treatment) suntik alergen, suntik vitamin, suntik botok, kolagen itu untuk kerutan. Untuk kesehatan kulit misalnya bila ada yang tidak simetris," kata Olivia.

Baca Juga : Terungkap, Pinangki Ogah Lapor ke PPATK Usai Beli Mobil BMW X5

Sekadar informasi, Pinangki didakwa menerima uang senilai 500 ribu Dolar Amerika Serikat dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal itu dilakukan agar Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

Atas perbuatannya, Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Pinangki juga didakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini