Rumah Mahfud MD Dikepung Massa, DPR: Tak Bisa Ditolerir!

Kiswondari, Sindonews · Rabu 02 Desember 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2320277 rumah-mahfud-md-dikepung-massa-dpr-tak-bisa-ditolerir-esimdmLfum.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: Sindo)

JAKARTA - Aksi pengepungan rumah ibu dari Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim) oleh sekelompok massa yang menamakan dirinya Umat Islam Pamekasan Madura pada Selasa 1 Desember 2020 menuai kecaman publik.

Pasalnya, kelompok ini menyampaikan dalam orasinya bahwa mereka menolak upaya Polda Metro Jaya yang akan memeriksa Rizieq Shihab, karena diduga kuat telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan dalam sejumlah acara di kediamannya dan beberapa lokasi lain.

Baca Juga:  Rumah Ibunda Dikepung Massa, Mahfud MD: Selama Ini Berusaha Menghindar, tapi Kali Ini...

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan kecamannya. Sahroni menyebut bahwa massa telah bertindak semena-mena dan aksi ini tidak bisa ditolerir.

"Aksi pengepungan di rumah orangtua Pak Mahfud MD ini membuktikan bahwa sebuah kelompok telah berlaku semena-mena terhadap negara karena MMD ini kan perwakilan negara," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

"Jadi hal ini jelas nggak bisa ditolerir karena sudah mengancam pribadi, apalagi orangtua menteri," tegas politikus Partai Nasdem ini.

Baca Juga:  Rumahnya Dikepung Massa, Mahfud MD : Mereka Ganggu Ibu Saya, Bukan Menko Polhukam

Legislator asal DKI Jakarta ini menambahkan, bahwa dalam menanggapi kejadian ini, negara harus bertindak tegas dan tidak boleh kalah, serta memproses para pelaku pengepungan yang meresahkan warga.

"Polisi nggak boleh kalah. Ini bukan soal menterinya, tapi model persekusi begini yang kerap dilakukan oleh kelompok tersebut," ujarnya.

Menurut Sahroni, jika rumah seorang pejabat negara sekelas Menko Polhukam saja bisa dikepung dan dipersekusi dengan model seperti ini, bagaimana dengan nasib masyarakat biasa.

"Kalau rumah pribadi seorang menteri saja udah bisa dikepung atau dipersekusi seperti ini, apa lagi rumah orang biasa?" pungkas Sahroni.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini