Waduh, Positivity Rate Covid-19 Indonesia Masih di Atas Standar WHO

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 02 Desember 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2320242 waduh-positivity-rate-covid-19-indonesia-masih-di-atas-standar-who-tLD6yfCwQM.jpg Tim Pakar Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah. (Foto: YouTube BNPB)

JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengungkapkan, saat ini positivity rate Covid-19 di Tanah Air masih di atas standar WHO. Positivity rate adalah persentase hasil positif dari jumlah orang yang dites.

“Dan yang harus diingat, positivity rate kita ini meskipun sudah terjadi agak menurun di bulan Oktober dan November, tadi masih berada di atas standar WHO,” kata Dewi dalam diskusi secara virtual ‘Covid-19 Dalam Angka: Analisa Testing Covid-19 di Daerah’ dari Media Center Graha BNPB, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Positivity rate standar WHO tidak lebih dari 5%. Sedangkan positivity rate di Indonesia 13,55 persen per 29 November 2020.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

“Standar WHO kalau kita bisa mengendalikan sebenarnya targetnya adalah 5% dari yang yang positif dari seluruh orang yang diperiksa,” kata Dewi.

Baca juga: 466 Laboratorium di Indonesia Bisa Periksa Spesimen Covid-19

Dewi mengatakan, dua hal yang harus dilakukan saat ini. Pertama adalah massif testing pada kontak erat Covid-19. Kedua adalah pengendalian kasus Covid-19 di lapangan.

Dewi mengatakan bahwa testing Covid-19 dalam konsep WHO adalah 1 juta penduduk harus diperiksa sebanyak 1.000 orang per minggu.

“Sebenarnya sudah sejauh mana Indonesia mencapai target pemeriksaan WHO? Karena itu selalu ditanyakan oleh semua orang. Target WHO itu konsepnya adalah dari 1 juta penduduk harus diperiksa 1.000 orang per minggu. Satu juta penduduk, 1.000 orang diperiksa per minggunya,” ungkap Dewi.

“Kalau misalnya kita berhitung angka nasional, misalnya dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia adalah 267 juta jiwa, maka diperlukan pemeriksaan per minggunya itu 267.000 per minggu. Kenapa harus dilihat mingguan? Karena satuan yang paling baik untuk melihat pencapaian adalah mingguan. Karena tadi juga standar WHO juga mingguan nih untuk memeriksa,” ujar Dewi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini