Pengajian Timbulkan Kerumunan, Menag Minta Tokoh Agama Arif Sikapi Covid-19

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 337 2319928 pengajian-timbulkan-kerumunan-menag-minta-tokoh-agama-arif-sikapi-covid-19-HhXDvt21vr.jpg Menteri Agama RI Fachrul Razi. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi menyesalkan terjadinya kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan dalam sebuah acara keagamaan di tengah pandemi. Menag berharap, semua pihak, apalagi tokoh agama, bisa lebih arif dan pro aktif dalam ikhtiar mencegah setiap potensi penularan Covid-19.

“Saya menyesalkan kerumunan yang terjadi pada Haul Syech Abdul Qadir Jaelani di Cilongok, Banten. Jemaahnya membludak dan banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

BACA JUGA: Positif Covid-19, Menag Fachrul Razi Isolasi di Rumah Sakit 

“Saya harap semua pihak, terlebih tokoh agama, untuk bisa lebih arif menyikapi pandemi Covid-19 ini dengan meminimalisir setiap potensi kerumuman yang bisa berakibat penularan,” lanjutnya.

Menurut Menag, kegiatan pengajian adalah hal positif dalam mencerahkan umat. Namun, di tengah pandemi, pelaksanaan pengajian juga harus disesuaikan sehingga tidak berpotensi mengakibatkan masalah kesehatan bagi warga.

“Pemerintah terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19. Tapi tentu perlu partisipasi masyarakat, khususnya dalam kepatuhan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

BACA JUGA: Ikut Berduka, Menag Kecam Aksi Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Lebih lanjut, dia berharap agar berbagai kegiatan yang memunculkan kerumuman massa dapat dihindari sampai kondisi pandemi berakhir.

“Ini masih pandemi. Kegiatan pengajian dan lain sebagainya, bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga umat tetap bisa mengikutinya, tanpa harus berkerumun sebagaimana biasanya,” kata Menag.

“Semoga pandemi ini lekas berakhir sehingga kehidupan bisa kembali normal. Aamiin,” tandasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini