Kutuk Pembantaian Sekeluarga, Ketua DPD: Keji dan di Luar Nalar Kemanusiaan

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319760 kutuk-pembantaian-sekeluarga-ketua-dpd-keji-dan-di-luar-nalar-kemanusiaan-QnXu6r405Y.jpg La Nyalla.

JAKARTA – Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengutuk keras tragedi pembantaian yang diduga kuat dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menewaskan satu keluarga. Menurut LaNyalla, aksi teror itu sudah di luar batas kemanusiaan. 

”Saya mengutuk keras perbuatan keji pembunuhan yang diduga kuat dilakukan kelompok teroris MIT yang menewaskan 4 orang di Sigi," ujar La Nyalla di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Aksi teror MIT pimpinan Ali Kalora itu terjadi pada Jumat (27/11) pekan lalu di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng. Empat orang korban pembantaian adalah keluarga petani yaitu kepala keluarga bernama Yasa, istri Yasa, putri Yasa, dan menantu Yasa.

Kondisi korban pembunuhan Ali Kalora sangat mengenaskan. Ada korban yang kepalanya ditebas, hingga dibakar. Sebagian keluarga korban berhasil lari menyelamatkan diri ke hutan. ”Perbuatan tersebut keji dan di luar batas nalar kemanusiaan,” ujar La Nyalla. 

Senator asal Jawa Timur ini meminta masyarakat tak terprovokasi. La Nyalla menyebut, perbuatan keji tersebut tidak terkait SARA melainkan murni aksi teror. Kelompok teroris disebut ingin merusak persatuan dan kesatuan Indonesia. Oleh karena itu, kata La Nyalla, masyarakat harus berpegangan tangan, agar niat para teroris memecah persatuan tidak terwujud.

”Pembunuhan sadis itu dilakukan untuk menciptakan teror. Pembantaian yang dilakukan kelompok ini untuk merusak persatuan dan kerukunan bangsa,” sebutnya.

”Saya mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat kita sesalkan bisa terjadi,” imbuh La Nyalla. 

Baca juga: Pasukan Khusus TNI Tiba di Palu, Perkuat Satgas Tinombala 

La Nyalla menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban pembantaian kelompok teroris MIT. Ia pun meminta aparat terus mengejar pelaku aksi teror tersebut.

"Saya menyampaikan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada para keluarga korban. Yakinlah, Polri yang dibantu oleh TNI dalam Satgas Tinombala akan mengejar pelaku hingga tertangkap. Kita harus terus mendukung tim tersebut untuk menumpas teroris MIT," kata La Nyalla.

Buntut aksi teror di Sigi, ada 150 kepala keluarga (KK) yang mengungsi meninggalkan pemukiman tempat tinggal mereka. Warga ketakutan pelaku teror datang kembali ke pemukiman warga untuk melakukan pembantaian. Kepada TNI/Polri dan Pemda, La Nyalla meminta agar warga mendapat kepastian keamanan.

"Baik Pemprov maupun Pemkab harus menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga yang mengungsi ini. Pendampingan trauma healing untuk warga, khususnya keluarga korban, wajib ada setiap saat di pengungsian," tuturnya. 

La Nyalla meminta anggota DPD Dapil Sulteng melakukan pendampingan kepada warga korban teror di Sigi. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) harus setiap saat dilakukan.

"Para senator di Sulteng harus turun ikut menangani pasca-tragedi pembantaian sadis oleh kelompok teror. Harus memastikan kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi. Koordinasi selalu dengan Pemda apa saja yang diperlukan oleh warga," tegas La Nyalla. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini