Jamaah Islamiyah Manfaatkan Kotak Amal di Minimarket untuk Kegiatan Ini

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319741 jamaah-islamiyah-manfaatkan-kotak-amal-di-minimarket-untuk-kegiatan-ini-8JsEr5SO3e.jpg Karopenmas Humas Polri Brigjen Awi Setiyono (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah aliran dana yang disalahgunakan oleh kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI). Salah satunya kotak amal yang berada di minimarket.

"Polri juga menemukan bahwa JI memiliki sejumlah dukungan Dana yang besar dimana dana ini bersumber dari Badan Usaha milik perorangan, atau milik anggota JI sendiri dan penyalahgunaan fungsi dana kotak amal yang kami temukan terletak di mini market yang ada di beberapa wilayah di Indonesia," kata Awi, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Menurut Awi, dana-dana itu digunakan oleh JI untuk operasi memberangkatkan para teroris ke Syiria dalam rangka pelatihan militer dan taktik terror, gaji rutin para pimpinan Markaziyah JI serta pembelian persenjatan.

"Dan bahan peledak yang akan digunakan untuk amaliyah atau jihad organisasi JI," ujar Awi.

Sementara itu, Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tercatat telah melalukan penangkapan 24 tokoh penting kelompok terorisme Jamaah Islamiyah. Kegiatan penindakan itu terjadi pada medio bulan Oktober-November 2020.

Awi mengungkapkan bahwa, pasca-penangkapan Amir tertinggi JI, Para Wijayanto pada 29 Juni 2019, pihaknya membongkar jaringan besar JI dengan menangkap tokoh-tokoh penting lainnya yang berperan dalam pengendalian serta pendanaan kegiatan JI.

"Terbukti pada periode bulan Oktober sampai dengan November 2020, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap 24 orang tokoh penting dan anggota JI yang aktif melakukan pengendalian dan pendanaan organisasi Jamaah Islamiyah," ujar Awi.

Baca Juga : Jaga Rumah Habib Rizieq, Jawara Kampung: Tank Bawa Kesini Kite Hadapin!

Adapun penangkapan itu dilakukan di Jawa Tengah 4 orang, Jawa Barat 2 orang, Banten 1 orang, Jabodetabek 8 orang, Yogyakarta: 1 orang, Lampung 8 orang.

Awi menyebut, dari jumlah penangkapan tersebut, terdapat beberapa pimpinan JI yang menjadi pengendali dan pendana utama. Diantaranya, BY yang pernah menjabat Tahjiz yang membidangi pengendalian Aset dan SDM organisasi JI.

Lalu, FS, Pengurus Abdurahman bin Auf – Yayasan Penyokong Pendanaan operasi JI, W Anggota Tahjiz, E, Qoid atau pimpinan Qodimah wilayah Barat, AS, Penasehat sekaligus Ketua Lahnaz, panitia pemilihan Amir. Kemudian, A, anggota Bidang Sosial dan Kesejahteraan Anggota Jamaah Islamiyah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini