Pilkada 2020, Waspadai Pemilih Suhu Tubuh Tinggi dan Batuk

Taufik Budi, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319701 pilkada-2020-waspadai-pemilih-suhu-tubuh-tinggi-dan-batuk-nDjTKEjuLe.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SEMARANG - Perhelatan Pilkada Serentak 2020, menjadi pesta demokrasi yang berbeda dari sebelumnya karena berlangsung dalam masa pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan ketat akan diterapkan guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran virus asal Wuhan China itu.

Epidemiolog Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes, mengatakan, penyelenggara Pilkada mesti mewaspadai pemilih yang bersuhu tubuh tinggi. Selain itu, pemilih dengan gejala batuk-batuk juga mesti mendapat perhatian.

"Tidak hanya demam (suhu tubuh tinggi) tapi juga batuk. Sementara ini yang dideteksi hanya demam, padahal batuk juga (berpotensi menularkan Covid-19)," kata dr. Azam, Selasa (1/12/2020).

"Meski pakai masker (penderita batuk) masih ada potensi untuk menularkan, tapi persentasinya lebih kecil. Tapi kalau lepas masker maka akan 100 persen menularkan," jelas dia.

Petugas Pilkada perlu meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pemilih yang diketahui memiliki gejala demam dan batuk mesti diarahkan untuk menjalani rapid atau swab test guna memastikan tak terinfeksi Covid-19.

Selain untuk melindungi dirinya, upaya preventif itu juga menjamin orang-orang di sekitarnya aman dari paparan virus corona.

"Sepertinya sekarang kan sudah agak bergeser yang tadinya distigmatisasi (penderita Covid-19) sekarang sudah agak bergeser karena sudah banyak di lingkungan kita yang sudah kena. Artinya bukan stigma lagi tapi kewaspadaan. Kewaspadaan ini penting selama ada keluhan batuk, pilek, panas itu harus kita curigai Covid-19 sampai dibuktikan bukan Covid-19," terang dia.

"Bila ada keluhan demam, batuk jangan takut kita diperiksa swab atau rapid. Itu tanda yang sangat berharga untuk kita mendeteksi adanya Covid-19. Soalnya kalau dia demam dalam kondisi saat ini demam itu harus kita curigai Covid-19 sampai dibuktikan tidak Covid-19. Artinya demam tadi harus ada tes lanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah (Jateng) Muhammad Rofiudin, memastikan pelaksanaan Pilkada 2020 bakal menerapkan protokol kesehatan ketat. Bila ditemukan pemilih dengan suhu tubuh tinggi akan disiapkan skenario berbeda.

"Pemilih dengan suhu badan tinggi itu juga dikhususkan. Pemilih yang kebetulan sedang isolasi mandiri juga diperlakukan secara berbeda dari lainnya. Itu semua dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pilkada," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini