Presiden Jokowi Soroti Angka Kematian Akibat Covid-19 yang Masih Tinggi

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319674 jokowi-angka-covid-19-naik-sedikit-saja-saya-beri-peringatan-keras-td19Yji61u.jpg Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti angka kematian akibat Covid-19 yang berada di angka, 3,1 persen. Angka itu lebih tinggi dari global dengan 2,32 persen.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/12/2020) sebagaimana dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

“Hanya yang masih belum dan perlu terus kita perbaiki yaitu di angka kematian, itu kita masih di 3,1 persen, angka kematian dunia 2,32 persen," ujar Jokowi.

Meski begitu, Jokowi optimis ketika melihat angka kesembuhan dan kasus aktif, per 30 November 2020. Tingkat kesembuhan di Indonesia berada di angka 83,6 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 69,03 persen.

"Kemudian yang berkaitan dengan kasus aktif, angka kasus aktif di Indonesia sekarang ini 13,25 persen. Ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu di angka 28,55 persen," lanjutnya.

Presiden mengatakan dirinya akan memberikan peringatan keras, jika angka indikator kasus Covid-19 di Indonesia meningkat, walau hanya sedikit. Peringatan itu dianggapnya penting agar semua pihak tidak kebablasan.

Baca juga: Kasus Corona Memburuk, Moeldoko Ungkit Peringatan Keras Jokowi

"Melihat ini (angka-angka indikator), sebetulnya kita sangat optimis dalam pengendalian Covid ini. Tetapi kemarin saya sampaikan, saya memang, kalau ada peningkatan sedikit saja, pasti saya akan berikan warning secara keras karena kita enggak mau ini keterusan. Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki," kata Jokowi.

"Kemudian yang berkaitan dengan kasus aktif, angka kasus aktif di Indonesia sekarang ini 13,25 persen. Ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu di angka 28,55 persen," lanjutnya. 

"Artinya semakin bulan semakin baik. Hanya yang masih belum dan perlu terus kita perbaiki yaitu di angka kematian, itu kita masih di 3,1 persen, angka kematian dunia 2,32 persen," tutup dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini