1 Desember, Warganet Suarakan #PapuaIndonesia

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319483 1-desember-warganet-suarakan-papuaindonesia-Rh86naD7QQ.jpg Ilustrasi seorang anggota KKB menyerahkan diri dan mengucap setia pada NKRI (Foto: TNI)

JAKARTA - Tanggal 1 Desember yang jatuh pada hari ini, Selasa, sering disebut sebagai hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun, dunia sudah mengakui bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia.

Warganet (netizen) pun ramai memperbincangkan soal Papua. Bahkan, tanda pagar (hashtag) #PapuaIndonesia masuk deretan trending topic Twitter. Hingga Selasa pagi, #PapuaIndonesia dicuit sebanyak 6.920 kali. Seruan tersebut menunjukkan bahwa warganet tidak ingin Bumi Cenderawasih lepas dari Indonesia, dan akan terus bersatu selamanya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akun @outfithitam, misalnya, menuliskan pesan, "Rakyat Papua juga rakyat Indonesia, hampir semua negara mengakui Papua adalah bagian dari negara Indonesia. Jangan mudah terpecah belah. Tidak akan pernah ada referendum papua. #PapuaIndonesia" Akun tersebut juga mengunggah flayer bertuliskan, "Ayo generasi muda Papua jangan percaya begitu saja dengan isu internasionalisasi Papua yang didorong kelompok tertentu sehingga melupakan berbagai potensi besar generasi muda Papua."

Baca Juga:  Panglima TNI dan Irwasum Polri Bertemu Tokoh Agama & Adat Papua

Sementara akun @DianaAmelia91 menuliskan pesan, "Papua is part of Indonesia. Don't be provoked by the referendum issue. December 1st is not an independence day for Papua!!" katanya.

Pemilik akun @RETHA_Monicaa mencuit, "Dunia sdh mengakui dan menghormati keutuhan Indonesia dan menegaskan bhw Papua adlh bagian dr NKRI."

Akun @Firmans84415987 menuliskan pesan, "Rakyat Papua sangat ramah,keramahan merekalah yang mencerminkan sifat rakyat indonesia.keindahan alamnya mencerminkan keindahan indonesia."

Sementara akun @yulia_aja_ mencuit, "#PapuaIndonesia. Indonesia adalah negara merdeka berazas Pancasila yg merawat seluruh warga negara dengan adil. Kepemimpinan negara ini tidak otoriter, masyarakatnya bebas berekspresi, berpendidikan dan berjuang untuk masa depan. Termasuk Orang asli Papua. #PapuaIndonesia.

Baca Juga:  Prajurit TNI AL Kena Tembak OTK, Ini Kata Kadispen Koarmarda III Sorong

Pemilik akun @seruanhl menuliskan, "PAPUA ADALAH INDONESIA. Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Papua merupakan salah satu daerah yang menjadi titik fokus pembangunan. Berbagai infrastruktur dihadirkan sebagai langkah nyata memperkuat perekonomian masyarakat Papua. #PapuaIndonesia"

Sementara akun @denni_sauya mencuit, "PERJANJIAN NEW YORK~ Perjanjian untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda mengenai Irian Barat (kini Papua) yg difasilitasi oleh AS di New York pada 15 Agustus 1962. #PapuaIndonesia"

Sebelumnya, Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyarankan agar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk berkantor di Papua. Saran tersebut disampaikan Fadli menyikapi kemungkinan adanya aksi Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember.

Dengan berkantor di sana, kata Fadli, Panglima TNI dapat memantau langsung dan mengendalikan situasi di Papua. Hal tersebut disampaikan Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon, Senin (30/11/2020).

"Biasanya pada 1 Desember ada peringatan OPM mereka dan yang menginginkan Papua merdeka. Saya sarankan Panglima TNI ke Papua dan memantau langsung dan mengendalikan situasi di sana. Kalau perlu berkantor sementara di sana. Ini kalau serius “NKRI Harga Mati”," kata Fadli.

Seperti diketahui, selama ini tanggal 1 Desember disebut sebagai ulang tahun OPM, meskipun kerap dibantah oleh mereka sendiri.

Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan TNI-Polri akan melakukan patroli besar-besaran menjelang HUT OPMtanggal 1 Desember. Patroli tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di tanah Papua.

“TNI bersama Polri akan melaksanakan patroli besar untuk mengantisipasi, mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, Senin (23/11/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini