Dalam 2 Bulan Polri Tangkap 24 Tokoh Penting Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319313 dalam-2-bulan-polri-tangkap-24-tokoh-penting-kelompok-teroris-jamaah-islamiyah-1cAMAsvHBX.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tercatat telah melalukan penangkapan 24 tokoh penting kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI). Kegiatan penindakan itu terjadi pada medio Oktober-November 2020.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan bahwa, pasca-penangkapan Amir tertinggi JI, Para Wijayanto pada 29 Juni 2019, pihaknya membongkar jaringan besar JI dengan menangkap tokoh-tokoh penting lainnya yang berperan dalam pengendalian serta pendanaan kegiatan JI.

"Terbukti pada periode bulan Oktober sampai dengan November 2020, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap 24 orang tokoh penting dan anggota JI yang aktif melakukan pengendalian dan pendanaan organisasi Jamaah Islamiyah," kata Awi, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Adapun penangkapan itu dilakukan di Jawa Tengah 4 orang, Jawa Barat 2 orang, Banten 1 orang, Jabodetabek 8 orang, Yogyakarta: 1 orang, Lampung 8 orang.

Awi menyebut, dari jumlah penangkapan tersebut, terdapat beberapa pimpinan JI yang menjadi pengendali dan pendana utama. Diantaranya, BY yang pernah menjabat Tahjiz yang membidangi pengendalian Aset dan SDM organisasi JI.

Lalu, FS, Pengurus Abdurahman bin Auf – Yayasan Penyokong Pendanaan operasi JI, W Anggota Tahjiz, E, Qoid atau pimpinan Qodimah wilayah Barat, AS, Penasehat sekaligus Ketua Lahnaz, panitia pemilihan Amir. Kemudian, A, anggota Bidang Sosial dan Kesejahteraan Anggota Jamaah Islamiyah.

Baca Juga : Habib Rizieq Dipanggil, 38 Pengacaranya Akan Datang ke Polda Metro

Baca Juga : Edarkan Uang Palsu Rp6 Miliar, MA Vonis Jenderal Rustam 6 Tahun Penjara

"Hasil investigasi Densus 88 Polri memperlihatkan bahwa Organisasi JI masih terus berkembang. Polri ingin mengingatkan kembali bahwa Organisasi Jamaah Islamiyah (JI) ini merupakan organisasi yang sudah secara resmi terlarang oleh Negara karena berperan dalam sejumlah tindak pidana terorisme di Indonesia seperti Bom Bali 1 dan 2, Bom JW Marriot," kata Awi.

"Bom Malam Natal Tahun 2000, Rangkaian beberapa tindakan terrorisme lainnya di Indonesia yang telah mengakibatkan sekitar 2.000an orang yang menjadi korban, baik korban meninggal dunia, korban cacat, sampai dengan korban luka-luka," imbuhnya.

Selain mengungkap jaringan JI, kata Awi, Polri juga mengungkap jaringan Daulah Islamiyah di Gorontalo pada tanggal 27 November 2020. "Jaringan yang kami ungkap ini tergabung dalam grup medsos yang berencana melakukan Amaliyah (tindak pidana teror) dengan jumlah 7 orang," ucap Awi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok ini telah merencanakan untuk melakukan tindak pidana terorisme di beberapa lokasi, antara lain, penyerangan Polsek Marisa dan Polres Pohuwato, Koramil Desa Tabulo, Kec. Tamangu, Kabupaten Lemo, Amaliyah pada 6 orang Anggota Baru Polres Pohuwatu dan 2 orang anggota Densus 88 Antiteror, dan merencanakan Fa’I atau perampokan dan perampasan pada anggota DPRD Gorontalo.

"Rangkaian upaya penegakan hukum yang telah dilakukan oleh Polri merupakan bentuk dari kesiapan dan kewaspadaan dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat dari setiap potensi ancaman terorisme kedepan dengan istilah preventif strike," tutur Awi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini