5 Alasan Pilkada 2020 Tak Perlu Ditunda Menurut IPW

Tim Okezone, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 337 2319245 5-alasan-pilkada-2020-tak-perlu-ditunda-menurut-ipw-vPYEfXRZIm.jpg Ketua Presidium IPW Neta S Pane (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memperkirakan pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 akan berjalan aman dan lancar. Untuk itu, ia mengungkapkan alasan Pilkada Serentak 2020 tak perlu ditunda.

"IPW melihat bahwa tidak ada alasan untuk menunda Pilkada 2020. Ada lima alasan kenapa Pilkada 2020 tidak perlu ditunda," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga:  Bawaslu Sebut Masih Ada Daerah Pilkada yang Masyarakatnya Tak Percaya Covid-19

Neta memaparkan yang pertama, yakni tidak ada jaminan kapan pandemi Covid 19 berakhir. Kedua, situasi keamanan di berbagai daerah, terutama yang melaksanakan pilkada sangat kondusif.

"Ketiga, tidak akan terjadi kerumunan massa yang mengkhawatirkan karena pengaturan jam kedatangan para pencoblos sangat ketat," ujarnya.

Keempat, kekhawatiran munculnya klaster baru diperkirakan tidak akan terjadi, mengingat para pencoblos adalah warga sekitar, dengan tingkat partisipasi 60 hingga 70 persen, sementara para saksi yang hadir akan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

"Kelima, pilkada serentak juga akan membuat perekonomian di daerah menggeliat. Sebab, sedikitnya ada sekitar Rp20 triliun dana berputar, mulai dari dana politik para calon kepala daerah hingga dana APBD dan APBN yang dikucurkan pemerintah," ujarnya.

Menurut Neta, anggaran Pilkada 2020 yang semula disiapkan pemerintah sebanyak Rp15,23 triliun, sudah mendapat tambahan anggaran APBN sebanyak Rp4,77 triliun, sehingga totalnya Rp20,4 triliun.

Penambahan itu untuk membiayai anggaran protokol kesehatan pada saat Pilkada dilakukan. Jumlah ini masih ditambah lagi dengan dana dari biaya politik para seluruh calon yang diperkirakan lebih dari Rp 5 triliun.

"Sebab itulah, IPW menilai tidak ada alasan untuk menunda Pilkada 2020," katanya.

Baca Juga:  Reaktif Corona, 7 Petugas KPPS dan Linmas Pilwali Langsung Diswab Test 

Sementara itu Neta menambahkan, meski potensi konflik dikhawatirkan hanya akan terjadi di beberapa wilayah di Papua. Sedangkan jumlah golput dalam Pilkada 2020 ini diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen.

IPW juga melihat sebagian besar petahana akan memenangkan Pilkada Serentak 2020, dengan perolehan suara di atas 55 persen. Sementara jagonya PDIP di Kota Medan dan Surabaya diprediksi akan menderita kekalahan, dengan perolehan suara hanya 30 hingga 40 persen.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini