Pesan Pinangki ke Anaknya : I'm Sorry, Mommy in Jail, Please Pray for Me

Erfan Maaruf, iNews · Senin 30 November 2020 23:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2319152 pesan-pinangki-ke-anaknya-i-m-sorry-mommy-in-jail-please-pray-for-me-1TsxdbYlOL.jpg Jaksa Pinangki (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA - Terdakwa perkara gratifikasi kepengurusan fatwa MA, Pinangki Sirna Malasari menitip pesan pada anaknya. Pesan tersebut berkaitan dengan kenyataan bahwa dirinya harus ditahan lantaran terseret kasus sengkarut Djoko Tjandra.

Hal itu dikatakan Pinangki kepada adiknya Pungki Primarini saat bersaksi di sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020). Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkit soal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut jika Pinangki pernah menunjukkan rasa penyesalannya.

"Dalam BAP Saudara mengatakan 'Pinangki pernah menunjukkan rasa penyesalan karena tersangkut masalah," ungkap JPU di ruang sidang.

Baca juga:

Pinangki Pernah Disanksi di Kejagung, Salah Satunya Penurunan Pangkat

3 Kali ke Amerika, Terdakwa Pinangki Operasi Sinus dan Cek Payudara   

Selanjutnya, Pinangki sempat menangis saat dijemput penyidik Kejaksaan Agung di Apartemen Pakubuwono Signature. Selain menangis, dari mulut Pinangki keluar kata 'I'm ok, love you, titip Papa, titip Bima'.

"Saat akan dibawa penyidik Kejaksaan Agung dari Apartemen Pakubuwono Signature, Pinangki menangis dan mengatakan 'I'm ok, love you, titip Papa, titip Bima'. Hal itu disaksikan saudara (Pungki) sendiri," sambung JPU.

 

JPU menyebut Pinangki sempat menitipkan surat saat ditahan di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung. Surat tersebut dititipkan kepada seseorang baby sitter bernama Puji untuk kemudian diserahkan pada anaknya.

"Dan Puji menyampaikan bahwa Pinangki juga mengirimkan pesan untuk anaknya yang berisi 'Mommy in jail because mommy made mistake', betul?" tanya JPU.

Merespons hal tersebut, Pungki melayangkan pembenaran. Menurut dia, sang kakak menulis sebuah surat kepada anaknya yang berisi permintaan maaf dan doa.

"Sebenarnya mengatakan 'Bima, I'm sorry. Mommy in jail, please pray for me'," kata Pungki.

Kepada Pungki, JPU kembali melayangkan sebuah penegasan. Kalimat 'Mommy in jail, because mommy made mistake' yang tertuang dalam BAP kembali ditanyakan pada Pungki.

"Bukan 'Mommy in jailed because, mommy made mistake?'," kata JPU.

"Bukan, yang benar apa yang saya katakan sekarang," imbuh Pungki.

Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor. Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini