3 Kali ke Amerika, Terdakwa Pinangki Operasi Sinus dan Cek Payudara

Erfan Maaruf, iNews · Senin 30 November 2020 20:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2319094 3-kali-ke-amerika-terdakwa-pinangki-operasi-sinus-dan-cek-payudara-3bfmGM3KnK.jpg Terdakwa Pinangki (foto: Sindo)

JAKARTA - Adik kandung Pinangki Sirna Malasari, Pungki Primarini menjadi saksi sidang perkara gratifikasi kepengurusan fatwa MA Djoko Tjandra. Dia menyebut, sebanyak tiga kali kakaknya ke Amerika Serikat.

JPU bertanya kepada Pungki mengenai perjalanan Pinangki ke negeri Paman Sam itu dengan menggunakan uang suap dari Djoko Tjandra.

"Apakah saudara pernah diajak bepergian ke luar negeri?" tanya JPU di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin (30/11/2020).

Baca juga:

Terdakwa Pinangki Gelontorkan Uang Rp80 Juta Perbulan untuk Keperluan Rumah Tangga   

Komjen (Purn) Setyo Wasisto Bersaksi di Sidang Djoko Tjandra   

"Pernah ke Amerika diajak tiga kali naik pesawat Emirates," jawab Pungki.

Pungki mengakui, perjalanan tersebut dilakukan bersama Pinangki dan keluarganya. Di sana, Pinangki disebut melakukan operasi sinus pada hidungnya dan cek payudara.

"Setahu saya, waktu itu ke dokter untuk operasi sinus terus kontrol payudara. Cancer mungkin," beber dia.

 

Namun, Pungki tidak mengetahui besaran uang yang dikeluarkan oleh kakaknya untuk perjalanan ke Amerika Serikat tersebut. Dia menyebut, seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh Pinangki termasuk penginapan di Trump Hotel.

"Di Amerika menginap di Trump Tower, satu kamar," ungkap Pungki.

"Dari mana semua sumber biaya yang didapat dari terdakwa?" tanya JPU.

"Saya tidak tahu. tidak tanya," tutup Pungki.

Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor. Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini