Seruan Jihad Lewat Azan Viral di Medsos, Ini Kata FPI

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 30 November 2020 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2319026 seruan-jihad-lewat-azan-viral-di-medsos-ini-kata-fpi-WiQ7c8R0Mm.jpg Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Video seruan jihad melalui azan beredar di media sosial. Dalam tayangan yang beredar itu nampak sekelompok jamaah berdiri merapatkan saf layaknya hendak sholat berjamaah.

Kemudian, muazin mengganti lafaz hayya 'alashshalaah menjadi hayya 'alal jihad. Lalu, sejumlah orang yang berada di belakangnya atau makmum menjawab secara kompak seruan jihad yang dikumandangkan muazin seraya mengepalkan tangan.

Merespons itu, Sekretaris Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar membantah seruan jihad itu dilakukan pihaknya. Menurut dia, hal itu dilakukan oleh masyarakat.

"Itu dari masyarakat, bukan FPI," ujar Aziz saat dikonfirmasi MNC Media, Senin (30/11/2020).

Baca Juga:  Viral Video Ajakan Jihad Lewat Azan, PBNU: Jangan Terprovokasi!

Aziz juga tidak tahu apakah seruan jihad melalui azan ini terkait dengan perlakuan pemerintah terhadap Habib Rizieq Shihab atau tidak. "Saya tidak tahu," tutupnya.

Azan seruan jihad 

Lagi pula, kata Aziz Yanuar, dirinya baru lihat video tersebut. Namun, ia mafhum bahwa itu adalah reaksi masyarakat atas ketidakadilan yang dipertontonkan saat ini.

"Saya jujur baru dengar dan baru lihat, itu adalah bentuk wajar reaksi dari masyarakat dan warga negara yang melihat bagaimana pemerintah selalu mengedukasi dan menyuarakan soal demokrasi Pancasila, soal keadilan di hadapan hukum dan soal penegakan hukum tanpa pandang bulu," ujarnya.

"Namun, saat ini masyarakat dipertontonkan dugaan kezaliman, ketidakadilan dan diskriminasi hukum luar biasa hanya dikarenakan ada yang berbeda pandangan dengan pemerintah," tambahnya.

Baca Juga:  Beredar Video Sholat Berjamaah dengan Pedang dan Seruan Jihad

Aziz menuturkan, dugaan ketidakadilan terhadap pihak yang berbeda pandangan dengan pemerintah justru kontra dengan demokrasi Pancasila dan jargon penegakkan hukum tanpa pandang bulu.

"Janganlah bermain-main dengan ketidakadilan dan kezaliman," tegas dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini