Jokowi Beri Santunan Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Sigi

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 30 November 2020 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2319020 jokowi-beri-santunan-keluarga-korban-pembunuhan-sadis-di-sigi-PMgUONsU7t.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras pembunuhan satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kepala Negara akan memberikan santunan kepada keluarga korban.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, ini adalah tragedi kemanusiaan dan pemerintah akan memberikan santunan kepada mereka yang ditinggalkan," ujar Jokowi dalam jumpa pers secara virtual, Senin (30/11/2020).

Baca Juga:  49 Kepala Keluarga Mengungsi Pasca-Pembantaian Satu Keluarga di Sigi

Menurut Jokowi, pembunuhan satu keluarga di Sigi merupakan tindakan biadab yang bertujuan menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat. Tindakan itu juga ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa .

"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas, jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya," tegas Jokowi.

"Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekali saya tegaskan tidak ada tempat di tanah air kita ini bagi terorisme," tambah dia.

Jokowi juga meminta masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air agar tetap tenang dan menjaga kesatuan. Namun tetap waspada terhadap berbagai tindaka teror.

"Kita semua harus bersatu melawan terorisme," ucapnya.

Baca Juga:  Upik Lawanga Aset Paling Berharga Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh Kelompok MIT. Peristiwa pembantaian sadis tersebut terjadi pada Jumat 27 Novemver 2020 sekira pukul 09.00 Wita.

Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu para pelaku. Pemburuan dilakukan melaui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan pelaku pembantaian tersebut yakni kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Menurutnya, MIT adalah sisa-sisa dari anak buah Santoso.

"Memang pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini adalah sisa sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi, dan operasi Tinombala, atau Satgas Tinombala sedang mengejar sekarang," ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini