Pilkada 2020, Masyarakat Diimbau Pilih Pemimpin yang Berani Berantas Korupsi

Abdul Rochim, Koran SI · Senin 30 November 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2318796 pilkada-masyarakat-diimbau-pilih-pemimpin-yang-berani-berantas-korupsi-EFnWpLRimL.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 tinggal hitungan hari. Pada 9 Desember mendatang, masyarakat yang tinggal di 270 kabupaten/kota dan provinsi bakal menggunakan hak politik untuk memilih kepala daerah.

Voxpol Center Research and Consulting baru-baru ini merilis terkait data pasangan calon yang berkontestasi pada Pilkada tentang persepsi dalam upaya memberantas korupsi. "Praktik korupsi dipastikan akan merongrong pelayanan publik dan menghabiskan anggaran negara dengan mengalihkannya ke tangan elite politik yang korup,” ungkap Direktur Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020).

Baca Juga: Bawaslu Rekomendasikan Coklit Ulang DPT Pilkada 2020, Ini Alasannya

Karena itu, sambung Pangi, pemberantasan korupsi merupakan salah satu agenda yang sangat mendasar untuk memastikan tercapainya tujuan dan sasaran pembangunan. Sehingga, dibutuhkan komitmen yang kuat dan rekam jejak calon pemimpin terkait agenda pemberantasan korupsi. "Kepala daerah ke depannya harus memimpin orkestra pemberantasan korupsi,” terangnya.

Dia mencontohkan pada Pilkada Sumatera Barat, data terbaru Voxpol Center Research and Consulting tentang persepsi terhadap upaya pemberantasan korupsi menunjukkan 21,8% masyarakat Sumatera Barat percaya bahwa Mahyeldi-Audy Joinaldy adalah sosok yang paling berani memberantas korupsi.

Posisi berikutnya disusul Mulyadi-Ali Mukhni 19,9%, Nasrul Abit-Indra Catri 19,0%, dan Fakhrizal-Genius Umar 9,3%. Sementara yang masih merahasiakan jawaban 11,4% dan tidak tahu tidak menjawab 18,6%.

“Setelah menanyakan dalam bentuk simulasi pertanyaan kuesioner, menurut ibu/bapak/saudara siapakah calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat yang berani memberantas korupsi?” tuturnya.

Menurut Pangi, data ini menunjukkan pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy punya kesempatan mendapatkan empati dan meraih segmen dukungan yang lebih luas dari masyarakat Sumatera Barat yang terkenal sangat religius dengan proporsi pemilih rasional (rational choice) yang cukup tinggi.

Baca Juga: Ribuan Surat Suara Pilkada di Jambi Rusak 

Pangi menambahkan, integritas dan komitmen anti korupsi dari pasangan kandidat akan menjadi salah satu pertimbangan pemilih dalam memutuskan pilihan politiknya. “Itu artinya, pasangan cagub/cawagub yang bersih dari korupsi dan berani memberantas korupsi punya kans dan peluang yang lebih besar memenangkan kontestasi elektoral pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 09 Desember mendatang,” paparnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini