Begini Kesaksian Anak Satu Keluarga yang Diduga Dibantai Teroris MIT

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 30 November 2020 01:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 337 2318490 begini-kesaksian-anak-satu-keluarga-yang-diduga-dibantai-teroris-mit-E33QGeAak9.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Salah seorang keluarga korban selamat dari pembantaian satu keluarga, oleh terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), menyampaikan detik-detik peristiwa berdarah yang dialami keluarganya.

Keterangan perempuan muda itu diciutkan Borris Sahetapy, @boris_spy di medsos si burung biru. Lewat tweet dengan tiga video berdurasi pendek perempuan yang berhasil kabur dari kebiadaban teroris yang menyerang keluarganya.

"Suami saya kan dia pegang parang di situ, suami masuk kamar tadi sudah. Dia (teroris) bilang 'mana papa tadi', langsung keluar suamiku kan sudah dia panggil, 'eh sini kamu'. Eh iya pak (jawab suami)," ucap perempuan yang menjadi anak korban itu dikutip dari twitter @boris_spy, Senin (30/11/2020).

Baca juga:

Polri Sampaikan Dukacita Terkait Pembantaian Satu Keluarga di Sigi

Mahfud MD Pastikan Satgas Tinombala Buru Pembantai Satu Keluarga di Sigi 

Mahfud MD Sebut Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Sisa Kelompok Santoso

Saat itu, perempuan tersebut melibat suaminya disuruh duduk berjongkok berjejer dengan ayahnya. Dia pun masih mengingat saat detik-detik ayahnya dihabisi oleh teroris yang diperkirakan berjumlah 10 orang itu.

"Silakan duduk sini. Oh iya. Sudah ba duduk dia. Papa suruh sini. Cuma papa yang saya suruh lihat, bapak duduk begini dia jongkok begini. Langsung dipukul sedikit (pundak). Saya dari dapur saya lihat langsung didorong begini batariak saya mau diapakan papaku itu, langsung satu kali begini (doiorok) dan cincang," ungkapnya.

Perempuan yang belum diketahui identitasnya itu langsung memilih kabur ke hutan bersama anaknya. Ia pun berlari sekuat tenaga dengan menggendeng si buah hatinya itu.

"Saya bilang pigi kita. Sudah pigi kami," ujarnya.

Rupanya saat itu ibunya pun bisa melarikan diri dari serangan teroris MIT tersebut dengan bagian pundak yang berdarah setelah mendapat tebasan parang.

"Ini mama (punggung) ini darah," kata dia.

Dalam video itu, perempuan itu pun sempat memperaktekkan bagaimana cara ia menggendong anaknya yang hanya dipikul. Dia juga membawa adiknya yang ikut berlari bersama tetangganya saat mengetahui adanya serangan teroris dengan masuk ke hutan.

"Saya punya adik terakhir belum umur satu tahun dia bawa lari sampai ke jembatan hitam. Sudah anakku, adek sudah capek badan ini. Saya punya kaki sampe (sulit) bajalan sudah kamu (jalan saja)," ujarnya.

"Kami ikut air. Datang air terjun itu kami lihat tidak ada jalan. Eh dimana jalan kita, ada ibu ini ikut jalan gunung ini. Ikut itu terus sampe datang air terun dibawa sekali, dan saya punya anak saya kasih turun. Saya kasih selamat," lanjut dia.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh MIT pada Jumat 27 November 2020 sekira pukul 09.00 Wita.

Keempat korban yang dibunuh Kelompok MIT Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini