Polri Berencana Gandeng TNI Usut Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Riezky Maulana, iNews · Minggu 29 November 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 337 2318268 polri-berencana-gandeng-tni-usut-pembunuhan-satu-keluarga-di-sigi-wSfBZMwQky.jpeg Kadiv Humas Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Prabowo Argo Yuwono menyebut Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan diterjunkan guna membantu polisi mengusut kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, KabupatenSigi, Sulawesi Tengah. Penerjunan personel TNI dilakukan jika hal tersebut dibutuhkan dalam Operasi Tinombala.

"Tentunya jika dibutuhkan akan dikomunikasikan dengan pasukan TNI untuk membantu Operasi Tinombala di Sulawesi Tengah," ucap Argo di Jakarta, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga:  Pemerintah Didesak Bentuk Tim Investigasi Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Argo pun mengimbau masyarakat sekitar jangan panik. Menurutnya, masyarakat silakan saja melakukan aktivitas seperti biasa karena personel TNI-Polri akan senantiasa memberikan rasa aman.

"Masyarakat tida perlu khawatir dan tetap tenang karena TNI dan Polri akan ikut patroli dan akan bersama-sama dengan masyarakat, silakan melaksanakan kegiatan seperti biasa. TNI dan Polri akan membantu dan memberikan rasa aman disana," tuturnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tengah melakukan tahap-tahap lanjutan untuk membuat kasus tersebut terang. Dia berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi, seiring akan berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

"Saat ini, penyidik dan Densus 88 sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan, harapannya semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini mengingat sebentar lagi juga akan dilaksanakan Pilkada," ucapnya.

Baca Juga:  Pembunuhan dan Pembakaran Rumah Ibadat di Sigi, GP Ansor: Biadab dan Keji!

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas dibunuh diduga dari kelompok teroris. Keempat korban yang dibunuh adalah Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini