Jokowi: Meski Junior, ASN yang Cekatan Harus Tampil di Depan

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 29 November 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 29 337 2318242 jokowi-meski-junior-asn-yang-cekatan-harus-tampil-di-depan-dK9FbpeZ5l.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan aparatur sipil negara (ASN) harus mempercepat reformasi birokrasi dan struktural. Hal tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di era keterbukaan teknologi dan informasi.

Jokowi meminta ASN yang ahli, terampil, kreatif dan inovatif untuk tampil paling depan kendati masih tergolong muda atau junior. Ia juga mengingatkan agar pola pikir atau mindset abdi negara berorientasi pada hasil.

"Memberikan kesempatan kepada yang terampil dan ahli walaupun masih junior untuk tampil di depan serta berfikir kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat," ucapnya dalam HUT ke-49 KORPRI secara virtual, Minggu (29/11/2020).

Baca Juga:  HUT ke-49 Korpri, Jokowi Minta ASN Ubah Pola Pikir

Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 telah memberikan momentum untuk mengubah cara bekerja para ASN. Ia mengingatkan abdi negara harus bekerja secara luar biasa di tengah krisis kesehatan dan ekonomi ini.

Cara kerja luar biasa itu harus memanfaatkan teknologi digital serta memangkas prosedur yang berbelit-belit agar hasil yang didapat lebih maksimal.

"Dari channel normal ke channel ekstra normal. Dari cara-cara biasa menjadi cara-cara luar biasa, dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart shortcut yang cerdas dan sigap. Cara baru tersebut harus memanfaatkan teknologi, terutama teknologi digital," terang Jokowi.

Baca Juga:  Tegas! Jokowi Sebut Reformasi Struktural Tak Bisa Ditunda Lagi

Lebih lanjut, Mantan Wali Kota Solo itu berpesan agar ASN dapat mempercepat transformasi digital. Abdi negara juga diminta lebih adaptif, terampil dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

"Selain itu, reformasi struktural sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, regulasi yang rumit dan menghambat kreatifitas kerja harus dipangkas dan disederhanakan," tegas Jokowi.

"Kelembagaan pemerintahan yang gemuk tumpang tindih dan tidak efisien harus segera diintegrasikan. Jenjang eselonisasi yang panjang harus dipangkas untuk mempercepat pengambilan keputusan. SOP yang panjang dan kaku harus diringkas dan fleksibel dan berorientasi pada hasil," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini