Anggota DPR Minta Polri Gerak Cepat Usut Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Sulteng

Qur'anul Hidayat, Okezone · Sabtu 28 November 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 337 2318053 anggota-dpr-minta-polri-gerak-cepat-usut-kasus-pembunuhan-satu-keluarga-di-sulteng-w2vpPUVoHw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Satu keluarga di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, jadi korban pembunuhan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, dugaan sementara pelaku pembunuhan adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen meminta pihak kepolisian tegas dan bergerak cepat terkait peristiwa ini. Kasus ini harus diusut tuntas hingga jelas dan terang benderang, termasuk dalang di balik peristiwa keji ini. 

“Kekerasan yang terjadi di Lewonu, Lembantongoa, Sulawesi Tengah, merupakan peristiwa keji dan memilukan. Tentu harus ada upaya serius untuk menangani ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/11/2020). 

Terkait dugaan keterlibatan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Nabil berharap pihak Kepolisian dan aparat yang berwenang segera menyampaikan keterangan, agar publik mendapat informasi yang tepat. 

“Gerak teroris selama ini masih belum selesai, masih menjadi ancaman di negeri ini. Maka, upaya komprehensif harus dilakukan, untuk antisipasi pada waktu selanjutnya. Di sisi lain, jangan sampai situasi menjadi keruh, hingga menyebabkan chaos. Kita butuh situasi stabil agar Indonesia kembali bangkit, terlebih di masa pandemi ini,” kata dia. 

Baca juga: Pemerintah Didesak Bentuk Tim Investigasi Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi

Tak lupa, Nabil menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarganya. “Semoga kedamaian senantiasa memberkahi kita semua. Jangan lagi ada kekerasan dan pembunuhan keji, yang menistai kemanusiaan,” ujarnya.

Dari informasi dihimpun, terdapat tiga orang menjadi korban dari kejadian pembunuhan yang terjadi pada Jumat 27 November 2020 pukul 09.00 WITA. 

Bahkan, sebelum melakukan pembunuhan kelompok tersebut sempat melakukan pembakaran ke salah satu rumah milik warga. 

Warga di sekitaran lokasi pun ikut menjadi korban teror dari kelompok itu. Beberapa di antaranya bahkan sampai mengungsi untuk menyelamatkan diri. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini