Fadli Zon, Sandiaga Uno & Sufmi Dasco Paling Berpeluang Jadi Menteri KKP

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 November 2020 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 337 2317753 fadli-zon-sandiaga-uno-sufmi-dasco-paling-berpeluang-jadi-menteri-kkp-CqwOP3QsDH.jpg Fadli Zon. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai, ada tiga nama yang berpeluang besar untuk mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ditinggalkan Edhy Prabowo.  

Menurut Ujang, ketiga nama tersebut berasal dari Partai Gerindra yang memang telah memiliki komitmen dengan presiden Joko Widodo terkait jatah menteri. 

"Kalau dari Gerindra lagi, ada nama-nama yang layak jadi nominasi seperti Fadli Zon, Sufmi Dasco dan Sandiaga Uno," kata Ujang kepada Okezone, Sabtu (28/11/2020).  

Ujang mengatakan, ketiganya sama-sama memiliki peluang besar untuk mengisi kursi menteri tersebut. Namun demikian pada akhirnya, pilihan tersebut ada pada Prabowo untuk diusulkan kepada presiden. 

"Biasanya presiden meminta Ketua Umum Gerindra, Prabowo untuk mengajukan nama-nama pengganti Edhy Prabowo. Prabowo bisa mengajukan satu nama atau juga tiga nama. Itu tergantung Prabowo," jelasnya.  

Ujang meyakini jatah Menteri KKP akan tetap diisi oleh kader Partai Gerindra. Sebab ada kesepakatan politik antara Prabowo dan Presiden Jokowi sebelum bergabung kedalam koalisi salah satunya posisi Menteri KKP.

Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap, Dahnil Anzar Diingatkan soal Doa 'Koruptor Tak Bisa Kentut Sebulan'

"Karena terkait rekonsiliasi Pilpres, dimana Gerindra dapat dua jatah kursi. Menhan dan Menteri KKP. Itu kesepakatan dan konstruksi rekonsiliasinya," tutur Ujang.

Meski begitu kata Ujang, bisa juga parti lain berupaya untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut termasuk dari kalangan profesional. Karena banyak partai yang juga mengidamkan jabatan tersebut. 

Bahkan dirinya meyakini bahwa saat ini tengah terjadi manuver politik dari berbagai partai untuk merebut 'lahan' tersebut. "Partai-partai lain juga mengincat KKP. Karena merupakan kementerian basah. Manuver-manuver itu sekarang sedang terjadi," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini