Reformasi Struktur dan Perbaikan Kultur Jadi Tantangan Kapolri Baru

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 November 2020 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 337 2317736 reformasi-struktur-dan-perbaikan-kultur-jadi-tantangan-kapolri-baru-CvymYydns6.jpg Bursa Kapolri. (Foto: Ilustrasi Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti membeberkan sejumlah persoalan yang harus dibenahi Polri, menyusul pergantian Kapolri Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada akhir Januari 2021.

Ray mengatakan, ada dua hal yang harus dibenahi. Pertama persoalan reformasi struktur. 

"Struktur itu berkaitan dengan jabatan-jataban yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan penegakan hukum dan ketertiban masyarakat," kata Ray Rangkuti kepada Okezone, Sabtu (28/11/2020). 

Kedua berkaitan dengan kultur sikap profesionalisme kepolisian. Menurutnya persoalan kultur harus benar-benar menjadi perhatian kapolri baru. Pasalnya, kemampuan polisi dalam mengayomi, penegakan hukum dan ketertiban semakin ditantang. 

"Berbagai penanganan polisi, khususnya terkait dengan aksi-aksi massa yang berhubungan dengan kebijakan pejabat politik cenderung kurang profesional, begitu juga dengan penegakan hukum atas sikap kritis masyarakat," ujar Ray.

Baca juga: IPW Sebut Tantangan Kapolri Selanjutnya Adalah Persoalan dalam Internal

Karena itu, perubahan kultur di kepolisian ke arah profesional, mandiri, dan humanis benar-benar harus dilakukan. Apalagi menurutnya saat ini penertiban aksi massa masih jauh dari kata humanis.

"Polisi humanis juga perlu digaungkan. Tindakan mereka yang menerbitkan aksi-aksi massa, sampai saat ini, makin jauh dari kesan humanis," terangnya.

"Inilah beban kerja calon kapolri di masa yang akan datang. Saya kira, polisi yang tepat adalah polisi yang siap membawa kepolisian RI ke arah yang dimaksud," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini