Wapres Ma'ruf Amin: Belum Ada yang Mampu Jadi Imam Umat Islam!

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 27 November 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 337 2317422 wapres-ma-ruf-amin-belum-ada-yang-mampu-jadi-imam-umat-islam-dKprk833Ff.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, mengatakan, hingga kini dirinya belum melihat ada orang yang mampu menjadi imam umat Islam tunggal yang keterwakilannya diakui.

(Baca juga: Segera Diperiksa, Habib Rizieq Tersangka Pelanggaran UU Karantina Kesehatan?)

Menurut dia, yang ada saat ini hanyalah imam dalam organisasi masyarakat (ormas) seperti di Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, dan Front Pembela Islam (FPI).

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikategorikan sebagai imam kelembagaan atau imamah institusionaliyah karena didalamnya terafiliasi berbagai ormas Islam.

(Baca juga: Tegang! Laskar FPI Hadang Prajurit TNI di Rumah Habib Rizieq)

"(MUI) sebagai lembaga yang menjadi panutan umat sekaligus imam kelembagaan, ini istilah dari imamah institusionaliyah, karena ketika kita mencari imamah Islamiyah ternyata belum ada orang yang mampu tampil sebagai imamah syakhsiyah (individu pemimpin semua golongan), menjadi imam umat Islam," ujarnya saat menutup Munas ke-X MUI di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

"Yang ada baru imamag Nahdliyah, imamnya NU, imamah Muhammadiyah, imamah FPI-yah, dan imamah Persisiyah, dan lain lain," tambahnya.

Menurut Kiai Ma'ruf, untuk menyamakan frekuensi gerakan umat Islam, dibutuhkan imam kelembagaan yang dapat memayungi semua elemen. MUI adalah organisasi yang paling memenuhi kriteria untuk itu. Dengan demikian bentuk imamahnya bukan figur individual, melainkan lembaga.

"Oleh karena itu maka harus ada imamah dalam rangka gerakan yang terkoordinasi dan salah satu alternatifnya adalah imamah institusionaliyah, yang jadi imam bukan orang tetapi lembaga, yang lembaga paling penuhi kriteria imamah institusionaliyah adalah MUI," jelasnya.

"Karena itu MUI sebagai imam kelembagaan bagi segenap ormas Islam indonesia diharapkan mampu memberikan contoh teladan dalam memanifestasikan karakter dan sikap organisasi dalam rangka menjaga kesatuan persatuan sebagai tenda besar," tutup Kiai Ma'ruf.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini