Sudah Tetapkan Tersangka Korupsi Stadion Mandala Krida, KPK Periksa 5 Saksi

Sabir Laluhu, Koran SI · Jum'at 27 November 2020 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 337 2317382 sudah-tetapkan-tersangka-korupsi-stadion-mandala-krida-kpk-periksa-5-saksi-rnqekMaVWq.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto : iNews.id)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa lima pejabat perusahaan swasta sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DI Yogyakarta.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, lima orang yang diperiksa untuk penyidikan dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di lingkungan Pemprov DI Yogyakarta itu berasal dari beberapa perusahaan. Mereka adalah Kepala Studio PT Arsigraphi Eka Yulianta; Diretur Utama PT Duta Mas Indah Slamet Riyadi; Diretur PT Werder Indonesia 2014-2015 Ingga Herlin; Project Coordinator PT Binatama Akrindo tahun 2000-sekarang Billi Mangara; serta Imam Sudarwanto (karyawan swasta).

"Pemanggilan lima orang saksi tersebut untuk menjalani pemeriksaan hari ini Jumat, 27 November 2020. Pemeriksaan saksi-saksi di Gedung Merah Putih KPK, Japan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujar Ali saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Jaksa penuntut umum yang menangani sejumlah perkara ini menegaskan, kasus ini merupakan kasus baru yang disidik KPK beberapa waktu sebelumnya. Ali menyatakan, dalam surat panggilan terhadap para saksi sudah dicantumkan nama tersangkanya. Tapi, untuk saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan siapa nama tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga : KPK Panggil 9 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion di Yogyakarta

"Kasus dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 sudah penyidikan. Siapa nama tersangkanya dan berapa orangnya belum bisa kami sampaikan. Seperti disampaikan pimpinan, pengumuman tersangka saat dilakukan upaya paksa berupa penahanan atau penangkapan," tutur Ali.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida, Sultan: Wah, Ndak Tahu Itu!

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini