Doni Monardo : Testing dan Tracing Covid-19 Terlambat Bisa Rugikan Keselamatan Jiwa

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 27 November 2020 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 337 2317369 doni-monardo-testing-dan-tracing-covid-19-terlambat-bisa-rugikan-keselamatan-jiwa-pQGpCuzhTZ.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (BNPB)

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengingatkan agar testing dan tracing penelusuran kasus Covid-19 dilakukan dengan masif. Ia juga mengingatkan, apabila testing dan tracing terlambat dilakukan, hal itu akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila upaya pemeriksaan dan penelusuran dilakukan secara masif dan agresif. “Ini semuanya jauh lebih murah dibandingkan kita terlambat melakukan pemeriksaan,” ungkap Doni dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Jumat (27/11/2020).

Menurut Doni, kerugian tersebut tidak hanya dihitung dari sisi keselamatan jiwa manusia, tapi juga dari sisi lain termasuk keuangan negara yang kemudian dipakai untuk penanganan lebih lanjut bagi mereka yang terlambat mendapatkan pemeriksaan.

“Baik menyangkut keselamatan jiwa manusia, termasuk juga yang bisa mengakibatkan sumber daya keuangan negara tersedot,” ucap Doni.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah pasien yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit juga menjadi ancaman bagi para tenaga medis. Sebagaimana diketahui, jumlah tenaga medis terbatas dan sudah banyak yang gugur akibat Covid-19.

“Angka pasien meningkat di rumah sakit, akan bisa mengakibatkan angka kematian dokter yang lebih tinggi,” katanya.

Oleh sebab itu, Doni mengajak masyarakat dan seluruh komponen mendukung penuh upaya memutus rantai penularan Covid-19 dengan disiplin menerapkan 3M. Dia meminta dokter menjadi benteng terakhir, sedangkan masyarakat adalah ujung tombak dalam perang melawan Covid-19.

“Dokter tidak boleh menjadi ujung tombak. Dokter harus menjadi benteng terakhir bangsa kita. Siapa yang menjadi ujung tombak? Kita semua,” ucapnya.

Baca Juga : IDI Harap Vaksin Covid-19 Gratis bagi Warga Tak Mampu

Lebih dari itu, Doni juga mengingatkan, keselamatan masyarakat harus menjadi hukum yang tertinggi sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara beberapa waktu lalu. “Solus Populi Suprema Lex, hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat,” tutur Doni.

Baca Juga : 9 Daerah Masih Miliki Kasus Aktif Corona di Atas 1.000

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini