Setelah Edhy Prabowo, Apakah KPK Serius Buru Harun Masiku?

Djairan, iNews · Jum'at 27 November 2020 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 337 2317132 setelah-edhy-prabowo-apakah-kpk-serius-buru-harun-masiku-t7XgeBHCpf.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Keberhasilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap hingga menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo sebagai tersangka tak lantas membuat publik berhenti bertanya akan kabar buronan KPK Harun Masiku.

Selepas Edhy Prabowo dijerat, pertanyaan soal Harun Masiku mengemuka. Bahkan usai penangkapan Edhy pada Rabu 25 November 2020, Harun Masiku menjadi trending di media sosial Twitter.

Publik bertanya, apakah KPK serius memburu Harun Masiku? Bagaimana dan di mana gerangan tersangka kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu?

JEJAK KASUS HARUN MASIKU

Harun Masiku adalah caleg PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Sumatera Selatan 1 pada Pemilu 2019. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PAW DPR, tepatnya pada 9 Januari 2020. Kasus itu berawal sejak KPK menjerat Komisioner KPU saat itu, Wahyu Setiawan, orang kepercayaan Wahyu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri.

Seperti yang diungkap ahli hukum tata negara Refly Harun dalam video di channel YouTube pribadinya. Pada 17 April 2019, Nazarudin Kiemas (caleg Sumatera Selatan dari PDIP) meninggal dunia, sehingga KPU mencoret namanya dari daftar caleg namun fotonya masih ada di bursa pemilihan. Setelah pemilu usai, ternyata Nazarudin Kiemas mendapatkan suara terbanyak.

Lalu, PDI Perjuangan mengajukan permohonan ke MA agar suara terbanyak tetap dihitung, agar PDIP bisa memilih pengganti Nazarudin Kiemas. Namun, MA dan KPU menolak permohonan tersebut. KPU telah memiliki prosedur tetap. Di sana lah Harun Masiku berkeinginan mengambil posisi kursi legislatif Sumatera Selatan itu.

Saat itu, Harun Masiku yang berada pada nomor 6 mustahil mendapatkan kursi legislatif Sumatera Selatan. “Harun Masiku tidak mungkin mendapatkan kursi legislatif karena perolehan suaranya yang kalah jauh,” kata Refly Harun, dikutip pada Jumat (27/11/2020).

Harun Masiku (Foto : KPU)

Baca Juga : Mengenal Ketum MUI KH Miftachul Akhyar, Sejak Muda Mengabdi di NU

Kemudian, pada 1 Oktober 2019 caleg PDIP yang dilantik adalah Rieski Aprilia. Dia mendapat suara terbanyak kedua setelah Nazarudin Kiemas. Namun, Harun Masiku masih tetap berusaha mengambil posisi kursi legislatif Sumatera Selatan itu.

Guna memuluskan keinginannya, Harun Masiku memberikan suap pada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU kala itu. Harun kemudian ditetapkan KPK sebagai buron pada 27 Februari 2020. Hingga kini, Harun Masiku belum tertangkap, dia menghilang dan belum diketahui keberadaannya.

SEMPAT DIKABARKAN TEWAS DIBUNUH

Pada Mei 2020, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, sempat menyebut ada dugaan Harun Masiku telah tewas dibunuh. Harun Masiku bahkan juga dikabarkan ditembak mati agar tak membuka kasus korupsi para petinggi.

Menurut Boyamin, ada transaksi yang tak diselesaikan Harun Masiku. Dia menyebut Harun Masiku tak melunasi uang yang dijanjikannya kepada Wahyu Setiawan, Komisioner KPU saat itu, senilai total Rp600 juta rupiah.

KPK DINILAI TIDAK SERIUS

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai KPK telah mengalami kemunduran besar karena belum juga berhasil meringkus Harun Masiku. ICW memandang tidak ada keseriusan pada Firli Bahuri selaku Ketua KPK.

"KPK di era kepemimpinan Komjen Pol Firli Bahuri ini memang harus diakui mengalami kemunduran yang luar biasa. Harun Masiku saja sampai saat ini tidak mampu untuk diringkus oleh KPK," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya pada Selasa (25/8/2020).

Dijelaskan terdapat dua masalah yang menyebabkan Harun Masiku sulit diketahui keberadaannya oleh lembaga antirasuah. Pertama, ICW memandang tidak ada keseriusan pada Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. "Kedua, kami khawatir ada sekelompok orang yang memang melindungi Harun Masiku sehingga tidak mampu terdeteksi keberadaannya selama ini," ujarnya.

APA KENDALA KPK?

KPK mengungkap kendala ataupun kesulitan dalam menangkap Harun Masiku dan buronan lainnya yang hingga kini masih belum ditemukan. Salah satu kendalanya, yakni karena para buronan selalu bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

"Kemarin saya cerita betapa sulitnya orang yang bergerak. Kalau orang itu stay atau diam di satu alamat tertentu mungkin bisa dilacak dari keluarganya dan lain-lain, mungkin akan bisa ketemu," ujar Deputi Penindakan KPK, Karyoto saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2020).

PENCARIAN KPK DIPERPANJANG

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, akan mengevaluasi kinerja internal dalam pencarian Harun Masiku. Selain itu, KPK juga akan menambah personel. Dalam pencarian Harun Masiku KPK berkoordinasi dengan penegak hukum, termasuk polisi.

KPK pun telah memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri Harun Masiku selama 6 bulan terhitung sejak Jumat (10/7/2020). "Surat permohonan perpanjangan larangan bepergian ke luar negeri tersebut telah KPK kirimkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini