Kejagung Segera Gelar Perkara Kasus Korupsi BTN Terkait TPPU

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 27 November 2020 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 337 2317003 kejagung-segera-gelar-perkara-kasus-korupsi-btn-terkait-tppu-oe4h1HltdC.jpg Kejagung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) Ali Mukartono mengatakan akan segera melakukan gelar perkara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa grafitikasi pemberian kredit Bank Tabungan Negara (BTN). Gelar perkara juga akan mencari bukti kuat adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ali mengatakan Direktur Penyidikan Jampidsus telah meminta persetujuan untuk dilakukannya gelar perkara. Gelar perkara dimaksudkan untuk menganalisa bukti-bukti yang telah didapat.

"Barusan minta digelar, kalau mau nambah pasal kan digelar dulu, cukup bukti permulaan atau tidak," ucap Ali di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Mantan Dirut BTN Sebagai Tersangka dan Langsung Ditahan 

Ali mengatakan, penyidik juga akan mempertimbangkan penambahan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap para tersangka. "Secepatnya. Kalaupun ada, saya belum tahu. Itu tergantung penyidik," pungkasnya.

Sebelum melakukan gelar perkara tersebut, penyidik telah memanggil saksi. Pada hari ini pun penyidik memanggil saksi dari internal BTN.

"Saksi yang diperiksa hari ini saudara Moch Anies Ade Nugroho selaku analis kredit kantor cabang BTN Harmoni," tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono dalam keterangan resminya.

Penyidik Kejagung menetapkan lima tersangka dalam kasus tersebut diantaranya mantan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) periode 2012-2019 H Maryono, Direktur PT Pelangi Putra Mandiri Yunan Anwar, menantu Maryono atas nama Widi Kusuma Purwanto, Komisaris PT Pelangi Putra Mandiri Ghofir Effendy, dan Komisaris PT Titanium Property Ichsan Hasan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini