Edhy Prabowo Tersangka, Kantor Eksportir Benur PT RSN di Tangsel Terkunci Rapat

Hambali, Okezone · Kamis 26 November 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 337 2316921 edhy-prabowo-tersangka-kantor-eksportir-benur-pt-rsn-di-tangsel-terkunci-rapat-LgxzT5ohva.jpg Foto: Sindonews

TANGERANG SELATAN - Kantor PT Royal Samudera Nusantara (RSN) yang berada di Ruko Golden Boulevard (RGB) Blok P22, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), sepi aktivitas. Pintu Folding Gate di bagian depan nampak tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

(Baca juga: KPK Tangkap Edhy Prabowo, Dewi Tanjung: Novel Baswedan Bekerja Tidak Profesional!)

PT RSN sendiri merupakan salah satu perusahaan yang diberikan izin untuk mengekspor benur sejak Juli 2020. Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Edhy Prabowo telah mencabut larangan ekspor benih lobster peninggalan dari mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Melalui Peraturan Menteri (Permen) Nomor 12/Permen-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Indonesia, Menteri Edhy mencabut kebijakan tersebut. Selanjutnya sekira 30-an perusahaan memeroleh izin untuk mengekspor benur, termasuk PT RSN.

(Baca juga: Edhy Prabowo Sebut Korupsi Musuh Utama, Netizen: Banyakin Makan Ikan dan Lobster Biar Pintar!)

Sekilas, kantor PT RSN nampak tak terlalu mencolok dibanding dengan kantor-kantor lain di sekitarnya. Hanya terlihat spanduk yang terpasang di muka lantai 2 dari Ruko berlantai 3 itu. Spanduk tersebut berisi keterangan nama perusahaan disertai alamat lokasi.

Okezone coba mengonfirmasi sepinya aktivitas di kantor PT RSN, Kamis (26/11/2020) siang. Setelah menunggu cukup lama di halaman depan, akhirnya muncul seorang pria berkaus hitam keluar membuka pintu Folding Gate menuju warung di sebelah Ruko. Sayangnya, saat dihampiri pria tersebut enggan bicara panjang lebar.

"Saya kurang tahu ya mas, saya cuma penjaga aja di sini. Maaf ya mas, di sini nggak ada siapa-siapa," ujarnya seraya kembali menutup Folding Gate dari dalam.

Beberapa pekerja yang kantornya bersebelahan dengan PT RSN pun mengaku heran, sebab suasana kantor PT RSN kini sepi dan tak beroperasi sebagaimana biasanya. Disebutkan, perusahaan pengekspor lobster itu belum sampai setahun ini menyewa Ruko.

"Iya udah beberapa hari ini sepi, kalau sebelumnya ya normal aja. Belum setahun ini kantor beroperasi. Kita tahunya itu sering ada mobil bawa boks berisi lobster, saya juga sering lihat sendiri," kata Herdi (37), di lokasi, Kamis (26/11/2020).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyatakan, sampai saat ini KPK memang baru menetapkan tujuh orang termasuk Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Namun, penyidik tetap melakukan pengembangan di proses penyidikan.

Nawawi melanjutkan, untuk uang Rp9,8 miliar yang diduga diterima Edhy Prabowo diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster (benur). Artinya tutur Nawawi, uang tersebut bukan hanya berasal dari tersangka Suharjito atau PT DPP.

Menurutnya, penyidik akan mendalami apakah benar atau tidak uang suap Rp9,8 miliar berasal dari 40 perusahaan yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Lobster Indonesia (Pelobi) serta hubungannya dengan PT Aero Citra Kargo (ACK) yang jadi penyedia layanan tunggal kargo bagi 40 perusahaan tersebut.

"Saat pemeriksaan sebelumnya (sebelum penetapan tersangka) dan hasil ekspose, uang Rp9,8 itu dari beberapa perusahaan. Jadi dari tahapan pemeriksaan yang dilakukan itu, kita belum bisa menyimpulkan apakah Rp9,8 miliar itu memang full dari 40 perusahaan yang ada. Tentu akan dilihat dalam pengembangan-pengembangan berikutnya," tegas Nawawi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini