Edhy Prabowo Tersangka, Febri Diansyah Sindir Harun Masiku yang Masih Buron

Tim Okezone, Okezone · Kamis 26 November 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 337 2316749 edhy-prabowo-tersangka-febri-diansyah-sindir-harun-masiku-yang-masih-buron-aZhIA2Hgn8.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Biro Humas) Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah mengapresiasi kerja KPK karena menangkap Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (25/11/2020) dini hari.

Namun disisi lain, ia juga mempertanyakan penyidikan kasus Harun Masiku yang hingga saat ini belum ditangkap.

(Baca juga: Edhy Prabowo Tersangka, Denny Siregar: Karena Ngebet Rolex dan Belikan Istri Tas Hermes!)

"Kerja KPK memunculkan harapan sekaligus pertanyaan tentang Harun Masiku. Saya kira hal ini wajar, apapun tone pertanyaan tersebut. Tinggal KPK buktikan serius mencari. Bukan asal-asalan," tulis akun @febridiansyah, Kamis (26/11/2020).

"Dan saya kira, mungkin sudah saatnya tim yang berhasil menangkap Nurhadi dkk & OTT KKP dilibatkan,"cuitnya.

Tim yang dimaksud oleh Febri Diansyah merupakan tim penyidik Novel Baswedan. Dia pun membeberkan polemik penggantian tim Penyidik Harun Masiku sehingga menghambat kasus tersebut.

"Dulu sempat ada polemik penggantian tim Penyidik OTT Harun Masiku. Bahkan salah satu penyidik KPK, Kompol Rossa yang turun ke lapangan sempat dikembalikan ke Polri. Sayangnya, Dewan Pengawas tidak bisa bertindak untuk evaluasi proses pengembalian saat itu," lanjutnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024.

Selain Wahyu, KPK menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka yakni sebagai penerima Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu yang juga orang kepercayaan Wahyu yakni Agustiani Tio Fridelina, pihak swasta Saeful dan sebagai pihak pemberi mantan Caleg dari PDIP Harun Masiku yang saat ini menjadi buron KPK.

Dalam kasus ini, Wahyu meminta kepada caleg PDIP Harun Masiku sebesar Rp 900 juta, agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019.

(Meilila Syavira)

 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini