Tim Advokasi Kecewa Penangguhan Penahanan Gus Nur Diabaikan Polri

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 26 November 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 337 2316740 tim-advokasi-kecewa-penangguhan-penahanan-gus-nur-diabaikan-polri-7fQu7wxoJl.jpg Tim Advokasi Gus Nur konferensi pers di Condet, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). (Foto : Okezone/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA – Tim Advokasi penceramah Sugi Nur Raharja atau biasa disapa Gus Nur menyayangkan sikap Polri yang belum bisa memastikan penangguhan terhadap kliennya yang terlilit kasus dugaan ujaran kebencian terhadap organisasi NU.

Salah satu tim Advokasi Gus Nur, Ahmad Khozinudin mengatakan, tindakan kepolisian secara nyata dan kasat mata mempraktikkan kebijakan hukum yang memihak karena menolak permohonan penangguhan Gus Nur.

“Sementara pada kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,12 triliun, Polri memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangkanya atas adanya jaminan dari istri tersangka,” ucap Ahmad dalam acara konferensi pers di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020).

Ia pun mengungkap jika sejatinya Gus Nur permohonan penangguhan yang diajukan Gus Nur dijamin oleh para ulama, keluarga tokoh nasional dan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yakni Habiburokhman.

“Namun kenyataannya, permohonan penangguhan Gus Nur diabaikan,” ujar Ahmad.

Ahmad pun menyoroti ketidaksamaan pemberlakuan hukum terhadap dua jenderal polisi yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo yang melalui sejumlah pemeriksaan pendahuluan.

Keduanya dalam situasi pandemi ini, lanjut Ahmad, tidak langsung ditahan sehubungan terlibat dalam kasus Red Notice Koruptor Djoko Tjandra dan baru ditahan setelah berstatus tersangka.

“Semestinya, dengan alasan yang sama Gus Nur juga tidak langsung ditahan dan dilakukan pemeriksaan pendahuluan sebagai saksi bukan langsung dijemput paksa sebagai Tersangka dan ditahan. Mengingat, Kapolri Jenderal Idham Azis telah memerintahkan kepada penyidik untuk mendukung upaya pemerintah menekan penyebaran pandemi Covid-19, dengan menetapkan kebijakan penahanan tersangka secara selektif,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Gus Nur dinilai menghina organisasi NU dalam pernyataannya di acara dialog salah satu channel YouTube. Laporan polisi diterima dengan nomor register LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Baca Juga : Refly Harun : Video dengan Gus Nur Spontan, Tak Ada Agenda Setting

Atas perbuatannya, Gus Nur disangka melanggar Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 45 ayat 3 Jo 27 ayat (3) UU ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau 311 KUHP.

Baca Juga : Penangguhan Penahanan Gus Nur Belum Bisa Dipastikan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini